KISAH LANGIT

KISAH LANGIT

  • WpView
    LETTURE 3
  • WpVote
    Voti 0
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione sab, set 24, 2022
"Jika matahari pergi karena datangnya malam. Lalu apakah kamu akan pergi jika datang pria yang lebih sempurna?" tanya Langit yang masih tidur di pangkuan Sunny. "Jika matahari pergi karena datangnya malam, maka selama cuacanya cerah Langit dan Sunny akan terus bersama." sahut Sunny yang tersenyum lebar lalu mencium kening Langit. "Langit dan Sunny itu satu." imbuh Sunny (....) "Langit, bentar lagi kamu akan lulus SMA. Setelah kamu lulus, kamu akan menikah dengan wanita pilihan papa setelah itu kamu bisa kuliah di Amerika."- Papa Langit "Ckck papa ga usah repot-repot memilih wanita mana yang akan aku nikahin, karena aku gak akan menikahi wanita manapun selain wanita pilihan aku."- Langit yang kaget dan marah dengan perkataan papanya. (....) "Ka, maafin aku. aku seharusnya sadar dari awal kalo aku cinta sama kamu dan aku gak mau kehilangan kamu."- ujar Richard "Jahat lo sama gue Chad, kenapa Lo baru ngomong sekarang? kenapa?"- Erika yang menangis sambil memukul dada bidang Richard. "G-gue udah tunangan Chad, lo terlambat hiksss."- tangis Erika sesegukan.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • BarraKilla
  • Rieril
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • Accidental' (END)
  • Langit dan Cahayanya
  • LANGIT [OPEN PRE-ORDER]
  • Rumah Sepasang Luka ✓

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti