SENJA DAN SECANGKIR KOPI

SENJA DAN SECANGKIR KOPI

  • WpView
    Reads 2,189
  • WpVote
    Votes 1,821
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 31, 2026
HAPPY READING 🎉 JANGAN LUPA FOLLOW UNTUK DAPAT INFO UPDATE. Ini cerita pertama saya banyak kekurangan dan typo bertebaran mohon dimaklumi. SETELAH END AKAN DI PERBAIKI. "Bole saya minta kamu kurangi minum kopi?" tanya Alya dengan nada khawatir. "Eh.em saya tanya balik bole, saya minta kamu berhenti menyukai senja?" tanya balik Rafky. "Pertanyaan itu di jawab sama apa yang jadi jawaban dari pertanyaan itu bukan malah melontarkan pernyataan lagi." kesal Alya pada laki-laki di sampingnya. "Saya menyukai kopi seperti kamu menyukai senja, saya tidak bisa melupakan kopi seperti kamu tidak bisa melupakan senja." terukir senyum manis di bibir laki-laki itu sungguh sangat langkah. • • • • Pak Alya mulai nulis diaplikasi baca, semoga aja banyak yang baca." ucap Alya dengan semangat berharap respon baik dari ayahnya. "Halah. Sebenernya mau jadi apa si?." ucapnya dengan nada menyepelekan. "Kalau bisa semua kenapa harus satu?" ucap Alya santai. "Sepintar-pintarnya orang nggak akan bisa." kekeh dengan apa yang Ia pikirkan.
All Rights Reserved
#554
luka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Satu Detak Jantung Lagi
  • NAURA (Tepaksa Jadi Yang Ke Dua)
  • (Bukan) Suami Idaman
  • Gus Adnan dan Istri Nakalnya
  • Suami Pengganti [END]
  • Atharrazka 4: Abyzar
  • Cinta dalam Doa [Terbit]
  • Unpredictable Husband (END)
  • Z&Z ( Zayyan & Zayra ) [TERBIT]
  • Takdir Cinta Hana |Terbit|

SPIN OFF || SENI MENATA HATI One more heartbeat, sepenggal kisah tentang kesempatan untuk memperbaiki kesalahan, memaafkan, dan mencapai mimpi yang belum terwujudkan. Selagi napas itu masih berembus, detak itu masih berdebar, maka tidak ada jeda untuk berkawan dengan keputusasaan. Setiap denting jam yang berdetik dan setiap denyut jantung yang berdetak adalah bagian dari peruntungan takdir. Garis kehidupan yang penuh akan teka-teki dan keajaiban. Ibarat dua mata uang, berbeda tapi saling menyelaraskan. "Aku hanya perlu satu detik untuk mengembalikan satu detak jantung yang sempat hilang dari celah kosong hati yang kini terasa gamang." -Niskala Hamsya Alshameyzea- Published ; 01 Maret 2026 End ; 06 Mei 2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines