Menunggu Takdir

Menunggu Takdir

  • WpView
    GELESEN 4
  • WpVote
    Stimmen 0
  • WpPart
    Teile 2
WpMetadataReadAbgeschlossene Geschichte Sa., Mai 31, 20256m
"Kalaulah Myla berupaya ke waktu silam, waktu kita first jumpa dulu, banyak kisah hidup diri Myla yang Myla nak bagitau Hayri. A LOT. Lagi-lagi waktu Hayri takde." "Myla, Hayri kan sentiasa dengan Myla? Dalam hati Myla." "Yes....hahaha tahts true tapi rasa macam sekejap je waktu, kan?" "Myla..." "Macam sekejap je....kan, Hayri?" "..." "But kenapa...KENAPA MYLA, HAYRI?!" "Please..." "Hayri tak salah.....tapi DIA yang merancang. But why?" "Please stay strong, Myla!" Hayri dengan perlahan membuka matanya dari mimpi yang sudah berulang sejak HARI ITU. "Apa makna mimpi ni?"
Alle Rechte vorbehalten
#23
menunggu
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Pelukan Senja
  • Chatralian's Home [END]
  • DON'T JUDGE A BOOK BY IT'S COVER
  • [C] LECTURER ITU SUAMI AKU!
  • Judul Berbeda
  • Viana Dan Kevin💕
  • (EBOOK) ISTERI DATO' NAUFAL EZRA
  • Penghulu Bidadariku S2 : Aisyah Humaira
  • 𝐌𝐄𝐍𝐃𝐈𝐍𝐆 𝐇𝐈𝐒 𝐒𝐎𝐔𝐋 [𝑆𝑈]

Di balik cerahnya senja, tersimpan kisah dua jiwa yang tak mudah dipahami. Aqeela Safira Ezra Adiputra, gadis ceria yang dihujani kasih sayang dari keluarganya, menjalani hidup penuh warna meski bayang-bayang kehilangan ibunya selalu menyelimuti. Di sisi lain, Harry James Anderson, sosok presiden mahasiswa yang tegas dan penuh rahasia, menyimpan luka mendalam dari pertengkaran tak berkesudahan dengan ayahnya. Ketika mereka bertemu, dunia mereka yang berbeda mulai berpadu, membawa harapan dan warna baru yang tak terduga. Namun, takdir tak pernah berjalan mulus. Di antara suka dan duka, mereka diuji oleh rintangan yang lebih berat dari yang pernah dibayangkan-sebuah rahasia tentang penyakit yang mengancam kehidupan Aqeela. Sebuah pelukan di senja Pantai akan menjadi saksi bisu, apakah cinta mereka cukup kuat untuk melawan arus waktu, ataukah harus rela mengucapkan selamat tinggal? "Aqeela, kau tahu... aku tak pernah percaya pada kebetulan. Pertemuan kita bukan sekadar takdir, tapi anugerah," bisik Harry lirih, menatap mata yang mulai berkaca-kaca. "Aku hanya ingin kau tahu, meski waktuku mungkin tak lama, setiap detik bersamamu adalah abadi dalam hatiku," balas Aqeela dengan senyum yang melembutkan malam senja mereka. Di antara ombak yang berbisik, pelukan itu mengikat janji tanpa kata, melewati batas waktu yang fana.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien