Senja Terakhir Bersama Sahabat

Senja Terakhir Bersama Sahabat

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 26, 2022
WpInfo
Non-Fiction
Saat sore hari aku dan teman-teman berkumpul di tepi pantai, sambil berbincang-bincang mengingat kenangan masa lalu, sambil melihat langit, sore tak kan sempurna bila tanpa senja ikut mengantarkan sang mentari kembali keperaduannya. "Asya apa kamu masih ingat janji kita dahulu?" Ucap Mala. Tentu aku masih ingat janji kita dahulu suka maupun duka kita akan selalu bersama menghadapi berbagai macam rintangan hidup. "Ucap Asya" Jikalau umurku masih panjang, aku berjanji disetiap langkahmu pergi aku akan selalu disampingmu menghadapi semua hal, bersama-sama Jika Allah berkehendak. "Ucap Mala." "Coba kau lihat kuntum-kuntum bunga disekitar tak selamanya mekar dan indah ada saatnya dia harus layu karena musim." "Asya terus memberi nasehat-nasehat agar mala tak selalu terpuruk dan harus tetap semangat." "Maafkan aku mungkin kamu enggak suka dengan sikapku. Namun, asal kamu ketahui, aku melakukan ini karena aku sayang kamu, aku ingin melihat senyummu mekar kembali." "Terima kasih Asya untuk semua hal yang kamu lakukan untukku." Ucap Mala. "Sama-sama Mala." Ucap Asya. "Jika Allah berkehendak semoga kita bisa berkumpul lagi seperti ini di tahun yang akan datang di pantai ini sambil menikmati pemandangan senja disore hari ikut mengantarkan sang mentari kembali keperaduannya." ~ Tamat Lampung, 03 Agustus 2022
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • Epilog Tanpa Prolog
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • Sepertiga Malam Adinda & Angkasa
  • A. Y. T. D. A (ANAK YANG TAK DIANGGAP)
  • Delusi Dalam Elegi [SUDAH TERBIT]
  • Nadi Akhir Luka
  • BULAN (END)

#1-wattpad (20 juli 2020) "Ezhar--lo mau gak jadi pacar gue." Menggunakan pengeras suara Sifa berbicara di tengah lapangan sekolah menghampiri Ezhar yang tengah bermain basket. "Lo gila?" Bisik Ezhar, tatapan nya sudah tajam pada Sifa. "Lo bukan tipe cowok yang bakalan mempermalukan cewek di depan semua orang kan?" "Iya, kecuali lo gue gak peduli semalu apapun lo." Tegas Ezhar sudah ingin bergerak ke pinggir lapangan. "Zhar." Lirih Sifa putus asa memegang lengan Ezhar. Ezhar menghela nafas, ia kalah saat melihat mata Sifa yang memohon padanya. "Gue terima." Dia berbicara menggunakan pengeras suara yang dipegang Sifa. Setelah itu Ezhar membawa Sifa ke pinggir lapang, dengan sorakan riuh semua siswa yang melihat kejadian tadi. Tidak peduli sekeras apapun perjuangan dan usahanya, dia masih sangat tak terbayang bahwa hidupnya begitu malang. Untuk melepaskan diri dari situasi buruk, dia sangat membutuhkan kesempatan besar dalam hidupnya. Ketika putus asa menghampiri, satu kata yang terbesit yaitu nekat. #Mencari jalan keluar dari semua kesulitan. #Desperate #terimakasih telah lahir di dunia ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines