We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Terjebak Pusaran Waktu

Terjebak Pusaran Waktu

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 21, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Hidup adalah perjalanan, berjalan mengelilingi sebuah waktu yang hasilnya hanya berkeliling di pusaran waktu itu. Dalam kamus ku yang aku buat, aku seperti berhenti di dalam sebuah jalan, yang kunamai pusaran waktu ini, aku terjebak dalam pusaran waktu ini. Hingga ku tahu sebuah titik hitam di tengah pusaran yang aku lalui kini, menjadi titik temu hanya bisakah aku melewati jebakan itu. " Kau tahu aku butuh waktu untuk berfikir, aku hanya ingin tahu bagaimana pusaran ini bisa berhenti ", ucapku. Salam manis, Zenzarzz #pusaran#waktu#pusaranwaktu#kehidupan#cinta
All Rights Reserved
#622
waktu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Di Antara Kenangan dan Waktu (On Going)
  • My Destiny
  • What And or End Why
  • Our Journey To Love
  • After Such A Long Time (Hiatus)
  • Hilang
  • 74/366
  • Cinta Diujung Waktu

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines