PLOT RAHSIA TUAN GANGSTER

PLOT RAHSIA TUAN GANGSTER

  • WpView
    مقروء 106
  • WpVote
    صوت 7
  • WpPart
    فصول 10
WpMetadataReadللبالغينمستمرّة1h 17m
WpMetadataNoticeآخر تحديث: ثلاثاء, سبتـ ٢٧, ٢٠٢٢
Bermula dengan perkahwinan tak diduganya dengan Tengku Rafael, pengkhianatan Mira serta Kafie terhadapnya dan kini, Mila berhadapan pula dengan hakikat sebenar konspirasi yang dilakukan oleh suaminya sendiri. Konspirasi yang meluruhkan rasa cinta dan kepercayaannya terhadap lelaki yang paling dihormatinya itu. "Sampai hati abang buat macam ni pada Mira, pada Kafie. Sampai hati sungguh abang." - Mila "Aku buat semua tu sebab aku sayangkan kau." Tengku Rafael "Bohong!" - Mila Kecewa dengan apa yang terjadi, Mila menuntut penceraian. Sayangnya, tuntutan itu tidak saja ditolak. Bahkan dia harus berhadapan dengan pelbagai penderitaan selain masa depannya turut menjadi pencaturan andai Mila berkeras dengan keputusan sendiri. "So, macam mana? Masih terfikir nak berpisah?" - Tengku Rafael "Saya benci abang. Benci sangat!" - Mila "Aku tahu, tapi kau jangan lupa. Lelaki yang kau benci ini juga adalah ayah kandung kepada anak-anak kau, sayang." - Tengku Rafael Lalu Mila nekad. Jalan penyelesaian harus dicari. Segala kemungkinan juga harus didepani biarpun segalanya tidak semudah yang disangka. Hingga Mila semakin tertanya-tanya. Apa sebenarnya yang sedang berlaku? Siapakah yang memulakan semua ini? Atau ada plot rahsia yang tidak ditakdirkan sampai ke pengetahuannya selama dia bergelar isteri kepada seorang tuan gengster?
جميع الحقوق محفوظة
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • ALEA: Gerbang Ketiga-Di Balik Pintu Tak Bernama
  • BENAR UNTUKMU [C]
  • C | Senja Terakhir Kita
  • SIAPA? |✓|
  • Unforgettable Love
  • Secret Arietis.
  • Hak Milik Arissa Aura Sofea | Ongoing
  • The Reason We Broke Up
  • ( EBOOK ) The Heartbreaker Muammar Raid
  • SAKITI AKU! [ ✅ COMPLETED ]

Hujan jatuh di kota itu seperti benang tipis dari langit, memantulkan lampu neon yang berkedip lelah. Di persimpangan jalan, seorang lelaki berdiri dengan payung miring. Matanya mengikuti sosok perempuan yang berjalan cepat, menunduk, seolah menghindari dunia. Ia tak mengenalnya. Tapi jantungnya memukul seperti lonceng tua yang pernah ia dengar di tempat yang tak pernah ada di peta. Pasar malam di pusat kota menyala dengan warna-warna hangat, tapi suara penjualnya lenyap. Lampion bergoyang tanpa angin. Dan di sela-sela kerumunan yang tiba-tiba membeku, mata perempuan itu-mata yang sama seperti di hutan yang dulu ia tinggalkan-menatapnya. Di ujung sebuah lorong, bioskop tua berdiri sendirian. Dindingnya berlumut, pintunya berdebu, tapi dari celahnya keluar denyut cahaya yang tidak berasal dari proyektor. Pintu itu tidak ada kemarin. Dan besok, mungkin akan hilang lagi. Di rel kereta yang berkarat, cahaya asing turun seperti aurora yang tersesat. Bayangan-bayangan panjang menari di aspal, memanggil nama yang sudah lama tak diucapkan. Di sebuah gang buntu, sebuah toko buku yang tak pernah buka di siang hari menyimpan peta kota yang tidak pernah dicetak. Dan di bawah tanah, pasar gelap menjual kompas yang selalu menunjuk ke arah yang salah. Langit retak di atas jembatan. Retakannya halus, seperti kaca yang dicakar dari sisi lain. Di baliknya, bukan hanya bintang, tapi hutan dengan akar yang menjuntai, menggapai kota seperti jemari yang lapar. Di tengah semua itu, ia berdiri. Ia-yang dulu meninggalkan segalanya di hutan tak bernama-kini kembali, bukan sebagai Alea, tapi sebagai seseorang yang dipanggil Katiya. Ia tidak ingat siapa dirinya. Tidak tahu mengapa setiap langkahnya membuat kota ini makin kehilangan bentuk. Dan di ujung segalanya, ada pintu. Pintu yang tak bernama. Pintu yang hanya terbuka sekali-dan menuntut satu jiwa untuk menutupnya. ---

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى