Reverie : In A Romantic Way

Reverie : In A Romantic Way

  • WpView
    MGA BUMASA 82
  • WpVote
    Mga Boto 43
  • WpPart
    Mga Parte 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Thu, Sep 29, 2022
FOLLOW DULU YUK, TAP BINTANG DAN COMMENT YA! "udah sampe mana ngelamunnya?". Tanya suara pria paling menjengkelkan yang pernah Kila kenal selama ia hidup di dunia ini. Kila mengulum bibirnya dan hanya bisa memaki didalam hati, melemparkan senyum paksaan pada pria setengah waras yang sedang berdiri bak dalam sesi pemotretan model internasional. "kok diem? Gak dilanjut ngelamunnya? Udah jadi apa kamu didunia lamunan kamu?". "udah jadi Direksi pak, tapi tiba tiba langsung diberhentikan secara tidak terhormat gara-gara pegawai yang sirik sama saya". Balas Kila meladeni guyonannya. "siapa pegawainya? Saya?". Tanya pria itu lagi. Kila menyumpahi pria satu ini yang enggan beranjak dari kubikelnya sebelum benar-benar merasa menang dalam perdebatan apapun. "gak tau pak, samar sama gitu mukanya pak. 'gak jelas'". Tekan Kila, masih dengan memamerkan senyum 5 watt-nya. "itu pegawainya pasti saya. Tapi by the way, didunia nyatanya kamu masih bawahan saya, jadi 'kerja yang bener' dulu baru terusin tuh lamunan kamu biar beneran bisa jadi direksi". Tandas seorang Damian Kirgan Suryamahdi. 'bos kampret' maki Kila dalam hati, dan yang dimaki sudah melenggang pergi dengan angkuhnya.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Titah Agung
  • Customer Sharelove (Sudah Terbit)
  • Kamu
  • i hate you bossy!
  • I Win You (21+)
  • 𝙼𝙰𝙽𝚃��𝚄-𝙰𝚋𝚕𝚎✔
  • Postscript
  • Senin Sampai Jumat, kita [on going]

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman