berhantaran

berhantaran

  • WpView
    Reads 133
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 2, 2022
WpInfo
Fanfic
Enhypen
/n/ bergeletakan, bergelimpangan, berhamburan. Dirgantara punya banyak cinta di tangkupan telapak kecilnya. Punya banyak tingkah dan kata untuk dijadikan alasan orang-orang bahagia hari ini. Bumantara punya cukup cinta dan bahagia untuk ia bagi, terlalu sedikit untuk banyak orang, tapi cukup untuk dua atma dalam satu rumah bahagia untuk berbagi cerita. Ini kisah tentang Dirgantara yang jadi angkasa biru raya nya Bumantara, banyak lautan bintangnya, banyak juga badainya. Berlantunkan tentang Bumantara yang jadi tempat Dirgantara untuk berpijak di tiap nafasnya, ada musim seminya, ada juga musim kemaraunya. "kasih ku bergelimpangan di pinggiran jalan, terinjak kaki-kaki tak tahu terima kasih, hanya ingin lebih. lalu kamu di sana, pungut satu persatu apa yang sudah hancur. tangkup semua jadi semesta raya penuh kasih untuk kita jadikan tempat berbagi afeksi." | jaywon ff |
All Rights Reserved
#314
jaywon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GROUNDING || Jake Shim
  • Brilian (Selesai)
  • Cross the Line (𝐁𝐞 𝐘𝐨𝐮𝐫 𝐌𝐨𝐧𝐬𝐭𝐞𝐫)
  • Dendelion🍀
  • JANTRA JALA JIWA
  • Tragedi Cinta! - BTS [Short]
  • Mimpi Yang Diidam Idamkan Jeje. |No BL Or Gl | Bakwan Fight Back| Angst
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • ANGKASA || JJH [END✓]

[[ angst, sicklit, brothership ]] Setiap frasa punya cerita. Bagi Askara, tanah dan langitlah yang menampung ceritanya. Begitu kedua kakinya menapak ─merasakan beceknya sisa air hujan di atas rerumputan, itulah saat ia membagi keluhnya. Kepalanya yang mendongak ─mempersilahkan gerimis membasuh wajah piasnya, adalah waktu pembuka dimana Askara meruntut awal mula. Bersenggama dengan sedikit semburat jingga yang kalah bertarung di ujung cakrawala. "Ayah bilang namanya Grounding," tutur Askara. Pemuda dengan balutan hoodie hitam itu tersenyum tipis. Menarik garis-garis di atas bibirnya yang kering. "Satria.. Kalo suatu hari elo butuh Grounding, gue janji gue bakal ada buat lo. Cuma bedanya gue ada di atas, tadahin muka lo kayak gini aja." Sore itu.. kala tanah dan langit berkompromi untuk menadah sejenak energi negatif yang mereka berdua hantarkan, entah mengapa Satria merasa Askara tak lagi ingin bertahan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines