Dangerous

Dangerous

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 28, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Penelope itu pacar Romeo. Dan, selama Romeo memprioritaskan dia di atas segalanya. Penelope anteng saja walau cowok itu selingkuh. Lagipula, Romeo selingkuh cuma buat iseng. Hubungan mereka tuh, ribet. Membuat orang-orang di sekeliling heran karena gaya pacaran mereka yang aneh dan unik. Juga sifat keduanya yang sama-sama bersumbu pendek alias mudah meledak. Saling mencerca itu sudah biasa, lebih aneh lagi saat hubungan keduanya malah langgeng. ---------------------------- "Gue cuman mensyukuri apa yang udah Tuhan kasih. Contohnya, muka ganteng gue!" -Romeo Kahendra ---------------------------- *** 07022021
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nadi Membenci Hati
  • Find A Way to My Heart (SUDAH TERBIT)
  • CINTA LAMA BALIK LAGI - CLBL  (END ✔️)
  • Strawberry
  • MARS[hiatus]
  • Ruang Tanpa Suara
  • 365 Day's to Fall in Love

Namanya juga sudah cinta, menjadi gila pun tak mengapa. Nadi nekat mendaftar ke sekolah teknik demi satu alasan. Fatir. Cowok yang diam-diam dia suka sejak SMP. Tanpa pikir panjang, Nadi mengikuti jejaknya. Masalahnya, di kelas barunya, dia satu-satunya cewek di antara sekumpulan cowok dengan energi berlebih dan selera humor yang kadang bikin geleng-geleng kepala. Awalnya, Nadi kesulitan beradaptasi. Akan tetapi, lambat laun, dia mulai menikmati hari-harinya. Terutama karena bisa lebih dekat dengan Fatir. Usahanya tidak sia-sia. Setelah beberapa bulan, Fatir akhirnya meliriknya dan mereka mulai dekat. Nadi pikir perjuangannya selesai. Nyatanya, Fatir bukan cuma pacarnya. Cowok itu juga pacar orang lain. Fatir punya sistem yang unik. Dia punya pacar untuk setiap hari dalam seminggu dan Nadi mendapatkan hari Sabtu. Awalnya, Nadi menutup mata, pura-pura tidak peduli, asalkan tetap bisa bersama Fatir. Namun, lama-kelamaan, Nadi mulai bertanya pada dirinya sendiri. Apakah cinta seharusnya dibagi? Ataukah dia hanya sedang mempertahankan sesuatu yang seharusnya dia lepaskan? Sekarang, Nadi harus memilih. Tetap menjadi "Pacar Sabtu" atau pergi dan menemukan dirinya sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines