Sedarah
  • WpView
    Reads 902
  • WpVote
    Votes 60
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 25, 2023
"Apa yang terjadi jika Aku tetap berada di sini sendiri?, membiarkan mu membuka pagar lain dan membuat kenangan indah walau tak bersamaku?" Ucap seorang pria di tengah lebatnya hujan tengah malam. "Ga akan ada yang berubah meski kamu tetap berdiri di sana. Tanpa ingin keluar dan beranjak, aku akan tetap pergi. Kita ga akan mungkin itu yang harus kamu tau, mau kita berjuang bagaimanapun itu ga akan bisa merubah status kita. Kamu punya cinta untuk aku namun maaf aku masih berfikir jernih tentang semua ini. Maaf aku tidak bisa selalu hadir untuk mu, namun kalau kamu nanti butuh aku, memerlukan diriku aku siap hadir untuk mu" Balas wanita yang bersama Nya di tengah hujan itu. "Jadi kita ga akan mungkin ya?" Balas pria itu dengan suara bergetar. "Iya. Baju mu basah cepatlah pulang" titah wanita tersebut meninggalkan sang pria berdiri seorang diri di tepi jalan. Apa kelanjutan dari kisah mereka ber2 silahkan baca cerita disini.
All Rights Reserved
#182
sedarah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dibalik Tawa
  • Bukan Istri Bayaran(End)
  • [2] Baby, Dont Cry [SUDAH DITERBITKAN]
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • Broken Flower ( Spin Off TERJEBAK)
  • Puing luka
  • Bad Boy Erlangga
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Aku, Kamu dan Hujan

Bismillah semoga cerita ku bisa menghibur kalian ya teman-teman. Dan sebelum baca follow dulu ya biar nggak ketinggalan update terbaru dari aku Pertemuan ku ditaman itu membuat teringat akan apa yang pernah ia perbuat pada ku dan ibu ku menjadi kan goresan luka dihati ku akan kata kata yang mereka ucapkan tapi tetap ada rasa terima kasih ku atas apa yang mereka berikan pada ku saat itu. "Pergi kalian dari rumah ku tidak usah kalian injak kan kaki kalian lagi disini kalian sudah tak dianggap lagi"ujar nya pada ku dan ibuku membuat air mata lolos dari pelupuk mata nya membuat hati ku sakit tapi kenapa rasa nya lidah ini kelu untuk menjawab apa yang dikatakan nya Padahal selama ini aku dan ibu ku selalu ada dipihaknya kenapa itu yang ia katakan pada kami Segitu rendah kah harga diri kami bisa dia lakukan seenak nya Kembali..... "Aku takut jika harus mendengar nama itu dan tempat itu lagi membuat ku punya rasa dendam jika harus mendengar nya lagi bahkan bertemu orang orang seperti itu aku sudah tak sanggup lagi mas"ujar ku menangis dalam pelukan hingga baju nya basah karena berapa banyak air mata yang ku keluar kan. "Menangis lah sebanyak kamu mau dek,mas akan disini bersama mu agar kamu tidak takut lagi "ujar nya masih memeluk ku

More details
WpActionLinkContent Guidelines