Petaka di Bumi Perkemahan

Petaka di Bumi Perkemahan

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 29, 2022
Cerita ini berisi kisah horor yang terinspirasi dari kisah nyataku ketika masih menginjak bangku kelas 8 SMP di salah satu sekolahan favorit Kalimantan Timur. Provinsi yang masih akan tradisinya, provinsi yang memiliki kejadian mistis cukup kerap. Bermula dari Perkajusa (Perkemahan Kamis Jum'at Sabtu) pada bulan Agustus yang membawa kami pada petaka berkelanjutan di sekolahan Cerita yang terinspirasi dari kisah nyata ini akan membawa kalian pada ketegangan dan kepanikan, serta memberikan pelajaran hidup yang berharga. Nama tokoh dan nama sekolah akan kusamarkan demi menjaga privasi tokoh di kehidupan nyata. Was-was ketika membaca cerita horror, karena ada mereka yang ikut memperhatikan.
All Rights Reserved
#84
kesurupan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Death School [TAMAT]
  • BISIKAN IBLIS (NYAWA YANG TERGADAIKAN)
  • Charoque Boarding School
  • Proyek 17: Korban yang Terpilih
  • PSYCO GIRL /Psychopat Trap (TELAH TERBIT)
  • Shadow School Mystery
  • A Team ( Sedang Di Revisi )
  • KKN Desa Penari "Widya Story"
  • School Horror✔
  • Get Lost  [✓]

Setiap Sekolah pasti memiliki penghuninya yang tak kasat mata, Disetiap sekolah juga pasti memiliki cerita mistisnya masing-masing. Namun, dicerita ini terdapat sekelompok anak-anak yang sama sekali tidak percaya dengan cerita mistis yang ada di sekolah. Mereka memainkan permainan memanggil hantu. Karena ulah mereka, Sekolah yang tadinya aman dan tentram, kini menjadi sangat mengerikan. Setiap harinya terdapat murid dan juga guru yang meninggal. Lalu bagaimana kah selanjutnya? Penasaran? ~Selamat Membaca~ Nb : Cerita ini hanya dibuat oleh @syftri2001! dimohon untuk tidak menyalin cerita ini! Terima kasih. Tangerang, 1 Mei 2018 Salam Penulis, Desi Syafitri

More details
WpActionLinkContent Guidelines