Ara Nazla

Ara Nazla

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 24, 2023
"jangan nangis Ra" Ucap Zidan sembari mengelus puncak kepala Ara "Hati Ara sakit kak, semua keluarga Ara benci Ara." Ucapnya sendu dalam dekapan Zidan Zidan sungguh iba melihat kondisi Ara tak ada satupun anggota keluarganya yang menyayangi Ara. "Gw janji Ra,gw akan bikin lu bahagia" gumamnya ******** Ara adalah seorang gadis malang yang dibenci oleh seluruh keluarganya, atas kesalahannya yang ia tak sengaja perbuat di masa lalunya. Sehingga Ara dibenci oleh semua keluarganya. Namun, tuhan memberikan kebahagiaan kepada Ara dengan mendatangkan seorang laki laki yang begitu menyayangi dirinya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kemana Arah Pulang?
  • SandalWood (Selesai) on revision
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • acalapati
  • AURORA
  • SECERCAH ASA DIBALIK SUNSET
  •  ANATHA
  • Bukan Cerita Kita
  • Angkasa dan Cerita
  • Luka Naren.

Insiden yang merenggut kedua orang tua mereka telah mengubah segalanya. Rumah yang dulu penuh dengan tawa dan kebahagiaan kini terasa hampa dan penuh kesedihan. Setiap sudut rumah yang mereka tinggali kini penuh dengan kenangan akan masa lalu, dan rasa kehilangan yang tak terhingga. Lima bersaudara itu terjebak dalam arungan luka tak kasat mata. Terkunci dalam labirin ketakutan yang tanpa sadar telah mengikis tali persaudaraan mereka. Maraga, si sulung yang harus merelakan masa kuliahnya dan beralih menjadi tulang punggung keluarga. Reshaya, sang kakak kedua yang enggan berbagi duka. Hendara, si anak tengah yang selalu menangis di sepertiga malam hanya karena merindukan Bunda. Dan si kembar, Juandika dan Anandika yang sama-sama memendam sesak tak berkesudahan. "Aku kangen rumah yang dulu." "Kita berdamai sama-sama ya? Jangan ada lagi yang di pendam." Written by Kala Rune Desember, 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines