TIARAGA [On Going]

TIARAGA [On Going]

  • WpView
    LECTURAS 52
  • WpVote
    Votos 34
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, oct 8, 2022
[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] JANGAN LUPA Vote dan Share cerita aku ya maksiii "Gua janji kita akan terus bareng dan ga akan merenggang, ok?." "Kita bakal sama-sama?." "Bahkan selamanya." Tiara dan Raga adalah pasangan couple goals sekolah yang paling banyak diminati. Mereka pernah akan meneruskan hubungan lebih dari sekedar teman, tapi karna orang tua mereka yang merasa usia keduanya masih sangat muda, terpaksa harus mereka urungkan. Meskipun begitu mereka tetap menjalin pertemanan yang akrab, tapi semenjak kehadiran sahabat Raga, semua berubah. "Mending lo pergi dari hidup gua!!." "Tapi aku ga bisa." "Kalo gitu buat diri lo lupa sama gua!." ©Syfa_Rn™
Todos los derechos reservados
#138
basketball
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • NIGHT RAIN
  • Lio & Aqila (END)
  • VIA-AMARA
  • Transmigrated as twins
  • ALVASANDRA
  • TRANSMIGRASI BAKA!! (HIATUS)
  • LED ASTRAY
  • Best Friend (NAVISA)

Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido