Kang Santri dalam Hati

Kang Santri dalam Hati

  • WpView
    Reads 83
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 24, 2022
Najla Khoirunnisa, putri dari Abi Hamzah pemilik Pondok Pesantren Nurul Iman. Najla tumbuh menjadi anak yang ceria, supel, mudah bergaul dan ramah pada setiap orang. Kulitnya yang kuning langsat, tubuhnya tinggi semampai, bibirnya merah merekah alami tanpa sentuhan lipstik merk apapun, hidungnya yang mancung; membuat iri semua orang, serta senyumnya yang manis, mampu membuat orang yang melihatnya terpesona akan kecantikannya. Namun, baru-baru ini Najla sedang mengalami virus-virus cinta, kadang ia sering senyum-senyum sendirian. Ya, cinta kadang bisa membuat semua orang yang sedang merasakannya bisa terlihat gila. Sayangnya, rasa yang baru tumbuh itu, harus kembali dihilangkan secara perlahan. Cinta itu baru saja tumbuh, tetapi harus segera dipatahkan, sebelum ia kembali merekah dan bermekaran. Sebuah fakta mengejutkan, Najla dapatkan ketika mengunjungi rumah Ustadz Zubair. Akan diadakan sebuah pernikahan di rumah itu, pada hari Senin nanti. Bahkan, Abinya sendiri pun diundang. Entah pernikahan siapa, yang jelas hatinya terasa bilu bagai disayat sembilu. Pernikahan siapa? Apakah Kang Santri yang ia cintai menikah secepat itu? Kang Santri yang selalu ada dalam doa-doanya, telah mendapatkan tambatan hati dan telah bertemu dengan jodohnya? Itu berarti doanya kalah sebelum berperang dengan calon istri Kang Santri. Najla hanya bisa pasrah dalam kesendirian, biarlah cinta dalam diamnya patah sebelum diungkapkan. Pupus sudah harapan Najla bersanding di pelaminan. "Jangan berharap pada manusia. Begitupun dengan diri sendiri. Terkadang, harapan kita sendiri yang membuat patah hati. Paling bener, berharap hanya pada Allah." -Abi-
All Rights Reserved
#547
sweet
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pahala Surgaku✓
  • Unchangeable love [ON GOING]
  • Cinta Neng Zulfa
  • The Hidden [SUDAH TERBIT]
  • Bidadari Salju [REVISI]
  • Let Me Love You (Complete✔)
  • Gus Ali Abizar {SELESAI}
  • Zidan With Syakira
  • Perjalanan Kisah Cinta Afia

"Aku akan meminta sekali kepada Allah supaya jannah menyatukan kita, lagi." Khairul Khan. Lelaki yang populer karena terkenal dengan berbagai macam prestasi buruk itu mustahil tidak ada yang kenal dengan dirinya seintro sekolah.Tingkah ajaibnya yang selalu buat guru-guru pusing hingga darah tinggi pun berhasil dimunculkan oleh ulah aneh cowok tersebut. Suka sekali membuat keributan akan tetapi cowok itu sama sekali tidak suka jika seseorang mengusik ketenangannya. Terdengar aneh bukan? Abidadari Al-Arsy Auliya. Perempuan kalem nan lembut. Pindahan pesantren dan seorang hafidzah sekaligus Ning. Sikapnya sangat berbanding terbalik dengan Khairul itu. Namun apa jadinya jika kedua makhluk itu Allah satukan dengan ikatan perjodohan yang dibuat oleh kedua orang tuanya? "Abi, kenapa aku harus nikah sama orang itu? Gimana aku bisa yakin bahwa jalan surgaku ada padanya sedangkan sikapnya aja kayak gitu?" "Karena dia jodoh terbaik dari-Nya. Percaya sama Abi. Supaya yakin jika jalan surgamu ada padanya, maka taatlah kepadanya selagi tidak membuat kamu bermaksiat kepada Allah." Hingga satu fakta membuat Abida tercengang seketika. Khair, cowok yang selalu kita bicarakan karena keonarannya itu ternyata sama seperti Abida. Pasalnya cowok itu.... BAGAIMANA CERITANYA TERNYATA COWOK ITU SEORANG HAFIDZH JUGA SEORANG GUS YANG SIKAPNYA SANGAT BERBEDA DARI YANG LAIN?! "Kenapa? Habibati kaget? Sini, Sayang... Ambil mushafnya. Kita murojaah sama-sama. Bacaanmu tadi ada yang salah." Sikap cowok itu benar-benar berhasil membuat Abida tak pernah melisankan satu kata pun. Cowok itu benar-benar berbeda. Selain menyukai ubi Cilembu, Khair pun suka memuji, nyeleneh, mencibir, tersenyum sinis, dan seenaknya. Berawal antara kota Tarim dan Aleksandria yang membuat kisah mereka ada. Tak ada satu pun di antara mereka menyadari bahwa mereka pun pernah bertemu di tanah suci, Baitullah. "Pantesan dipanggil Bidadari." "Wajahmu adem." "Kamu, wangi." "Saya udah pesen, kamu tinggal bayar."

More details
WpActionLinkContent Guidelines