ArShe
  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 24, 2024
Cerita ini bukan tentang seorang gus dengan salah satu santriwatinya. Tetapi ini tentang Arsenio Reynaldi dan Sherinna Laaiba. Arsenio Reynaldi, seorang santriwan dari salah satu pondok pesantren. Tampan? sudah pasti. Paham agama? jelas. Sherinna Laaiba, seorang gadis Sekolah Menengah Atas (SMA) yang duduk di bangku kelas 12. Siapa yang tidak mengenal sosok yang kerap disapa Sherin? Seorang gadis berusia 17 tahun yang mempunyai bakat beragam dan tak luput dari kata pintar. Cover by : pinterest
All Rights Reserved
#27
santriwan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Takdir Yang Tertunda
  • CALISYAQIB (About a hope) (Hiatus)
  • cinta yang terlambat
  • Bidadari,7 Pemuda Dan Tahta Tertinggi
  • Uhibbuka Fillah Gus [END]
  • Basmalah || Tahap Revisi
  • Gus Zidan My Husband [SUDAH TERBIT]
  • Keindahan 2 Hati  (Gus Rey & Aza)
  • Istri Nakal Gus Afan

Nadia Annara Shafa Sanjaya atau gadis yang sering kali disapa Afa, tak pernah sedikitpun membayangkan dirinya akan hidup di pesantren. Ia dipaksa hidup mandiri, dititipkan pada doa-doa yang tak ia pahami, dan kehidupan yang menurutnya dibatasi. tapi di tempat yang ingin ia hindari itulah hatinya justru tersesat pada rasa asing yang pertama kali ia rasakan. Muhammad athaya depasel Hanafi, putra pemimpin pesantren yang tenang dan sangat berjarak, malah menjadi tujuan langkah Afa bertingkah freak dan ugal-ugalan. Ia tanpa malu menunjukkan bahwa ia mencintai depas, melanggar batas tanpa takut hukuman pondok, hingga tingkahnya itu berhasil membuat hati depas melihat ke arahnya. namun sayang, cinta depas datang terlambat. Depas dijodohkan dengan Zahira-putri kiyai yang lembut, terhormat, dan satu-satunya orang yang paling Afa percaya. Sahabat yang telah lama ia anggap seperti kakaknya sendiri. Di pesantren itu, Shafa belajar satu hal: tidak semua cinta datang untuk dimiliki, dan tidak semua luka boleh disuarakan. "hidup itu sebuah teka-teki takdir, yang kadang tidak bisa kita tebak akan bagaimana akhirnya. Dan biasanya, jika kita beruntung dalam keluarga, belum tentu kita beruntung dalam percintaan" _moon

More details
WpActionLinkContent Guidelines