Langit Malam dan "Aphrodite"

Langit Malam dan "Aphrodite"

  • WpView
    LECTURAS 2
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, oct 9, 2022
WpInfo
Ficción
Romance
"Tapi Aphrodite jodohnya Ares, bukan Apollo" "Iya, tapi gue bakal ubah garis takdir Apollo dan Aphrodite lewat kisah kita" --- Allysha Adhara Wijaya(Icha). Gadis cantik, baik, pintar, namun Icha sedikit rapuh atas tragedi yang menimpanya saat gadis itu masih kelas XI SMA. Icha selalu disebut-sebut sebagai Tuan Putri karena paras kecantikannya yang setara dengan dewi yang ada dalam mitologi Yunani kuno, dewi Aphrodite. Keluarga Icha merupakan orang terpandang. Nama Ayahnya masuk dalam daftar orang terkaya di Asia versi Forbes, Ayahnya merupakan seorang CEO di perusahaan otomotif terbesar di dunia. Ibunya merupakan seorang dokter ahli bedah umum di salah satu rumah sakit terbesar di Jakarta. Namun siapa sangka? Dibalik semua itu ada luka bagi Icha. Rigel Jevano Hartama(Rigel). Cowok berdarah dingin, wajah tampan bak dewa Yunani, otak dengan kepintaran di atas rata-rata, famous, kurang apa lagi Rigel? Banyak cewek yang mau sama Rigel, tapi hati Rigel hanya menginginkan Icha, gadis dari FEB di UI. Rigel selalu disamakan dengan dewa Apollo karena kadar ketampanannya yang di atas rata-rata. Pertemuan mereka dimulai saat Icha dijebak oleh geng cewek cabe di SMA. Sejak saat itu, Icha selalu berusaha menghindari Rigel namun Rigel selalu berusaha untuk dekat dengan Icha. Rigel senang saat tau Icha melanjutkan kuliahnya di Universitas Indonesia, apalagi fakultas yang dimasuki Icha sama dengan fakultas yang ia masuki. Kisah cinta keduanya penuh lika-liku, bagaikan sebuah labirin yang tak pernah mendapatkan garis finis yang ketika sudah hampir menemukan titik usai pemainnya langsung menyerah. Berhasilkah Rigel menaklukkan hati Icha?
Todos los derechos reservados
#348
mitologi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Tsundere Maniak Susu
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido