
Kenyataannya, segala sesuatu akan menjadi jauh lebih bermakna ketika telah tiada. Kenangan yang hadir seperti mimpi di tengah kelamnya takdir karena pada dasarnya manusia dipaksa untuk terus berjalan tanpa diberi waktu melaruti penyesalan. Luka tiba di akhir cerita, siapa yang tahu obatnya kecuali pelaku yang menorehkan tinta pada kanvas satu-satunya?All Rights Reserved