Sinopsis
Saat kiamat datang, semua orang berjuang untuk bertahan hidup. Yang Hao, penjaga asrama, dipaksa keluar untuk mencari makanan. Selama krisis, dia menemukan bahwa dia bisa mengambil atribut yang dijatuhkan oleh zombie untuk memperkuat dirinya sendiri.
"Anda mengambil atribut kekuatan, kekuatan +1."
"Anda mengambil atribut agility, agility +1."
"Anda mengambil atribut mutasi, kebangkitan darah."
"Anda mengambil amplop merah, mendapatkan tiga botol air mineral!"
"Anda mengambil peti harta karun perak, mendapatkan tombak titanium!"
"Keindahan, makanan, dan tanah yang luas, semuanya milikku!" Yang Hao dengan keras berteriak saat dia melihat zombie yang padat.
Sejak saat itu, mayat mutan, binatang yang berevolusi, dan prajurit kuno bertumpuk di bawah kakinya.
Banyaknya darah adalah bukti bahwa pertarungan pernah terjadi di sini. Tujuannya datang ke Indonesia adalah untuk memastikan hal itu. Nama orang ini adalah Asano Takatou, Seorang peneliti yang berasal dari Jepang.
Kira-kira sepuluh tahun yang lalu, saat Asano masih kelas satu SMA, ada sebuah kejadian berdarah di sebuah stadiun sepak bola di Indonesia yang mengharuskan stadiun tersebut ditutup paksa oleh pihak yang berwenang.
Kejadian itu sempat menjadi ramai diperbincangkan di dunia sepak bola, bahkan mendapat dukungan moral dari berbagai klub internasional. Namun, yang namanya berdarah tentunya tidak indah. Banyak orang yang melewati stadiun ini dan merasakan berbagai macam kejanggalan.
Asano yang saat ini berumur 25 tahun dan sudah menjadi peneliti ternama di Jepang, tertarik untuk meneliti hal ini dan keinginannya itu disetujui oleh pemerintah Jepang. Asano pun segera terbang ke Indonesia untuk memastikan apakah stadiun tersebut banyak mengalami hal aneh seperti yang dirumorkan?