FLOELLA
  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 31, 2022
Floella Gretha Arsalan, anak dari keluarga Arsalan. Ia memutuskan untuk pindah sekolah di Permadita High School, karena keputusan dari orang tua serta kakaknya. Tetapi Floella terpikat oleh satu lelaki di sekolah baru nya yaitu sang ketua OSIS[ketos], dan betapa beruntungnya ia karna ternyata lelaki itu adalah teman kakaknya. *** "Ada untungnya juga gue pindah sekolah, ngga jadi nyesel deh gue" *** "Kalian tidak diperbolehkan berpacaran sesama anggota OSIS, dikhawatirkan nantinya akan tidak profesional kalau ada hubungan seperti itu. Mohon pengertiannya" "Kak Fey, kalo emang aku harus nunggu kita purna tugas, aku rela buat memendam perasaan ini ke Kak Fey. Aku akan mencintai Kak Fey dalam diam" Mampukah Floella bertahan untuk mencintai dalam diam? *** Warning! ⚠️Cerita ini hanya fiktif belaka dan Cerita ini murni imajinasi saya sendiri. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat ataupun alur cerita itu hanya kebetulan.⚠️ Jangan lupa follow ya! Dilarang plagiat!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GHAVARI
  • MARVELLA QISYA [ End ]
  • [☑️] Love with Innocent Girl
  • Akhir dari Kita[END]
  • Kafka Aluna
  • Alviandra ; He's My Boyfriend
  • DISA | broken
  • LEISE [END] (revisi)
  • Inesperado [END]
GHAVARI

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines