We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Pohon Permata

Pohon Permata

  • WpView
    Reads 24,834
  • WpVote
    Votes 783
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 6, 2024
WpInfo
Fiction
Fantasy
Apakah ini yang dinamakan kasih sayang? Tapi sayang sekali, apapun yang Naka jalani akan berakhir seperti obat. Tak manis, tetapi PAHIT. Sayang, orang yang disayang menyayangi diriku. Sayang, orang yang disayang mulai menyayangi orang lain. Sayang, lantas sekarang bagaimana. Ijinkanlah Naka untuk menceritakan kisah hidup Naka dalam buku ini! On going, dan berproses. Kisah hidup Naka belum kalian ketahui. Tunggulah dulu, jangan tinggalkan Naka... Hingga Naka sendiripun tak menyangka dengan akhir hidupnya yang tak bisa ditebak. -Baca tagar untuk mengetahui genre dari cerita ini!
All Rights Reserved
#156
dot
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Alton
  • Agency [END]
  • Angkasa
  • baby kinza
  • Indigo Or Psychopath Family [END]
  • One More Chance
  • Ervan [End🤎]
  • Rasya
  • ARGA
  • Story About "Anata" (END)
Alton

-NoBxb Brothership and familyship area!!!! Namanya Alton. Sebuah nama tunggal yang terukir diam-diam di seutas gelang, satu-satunya warisan dari masa lalu yang tak pernah ia kenal. Ia tumbuh bukan dari rahim pelukan, melainkan dari sunyi yang tak pernah bertanya, dan langit panti yang tak bisa memberi jawaban. Hari-harinya mengalir perlahan seperti hujan yang jatuh tanpa bunyi- bekerja, menanti malam, lalu tidur dalam dingin yang ia pelajari untuk dicintai. Hidupnya bebas, tanpa aturan, namun di balik kebebasan itu, ada luka yang tidak pernah benar-benar sembuh- luka bernama asal-usul yang entah siapa yang sembunyikan. Hingga suatu hari, seseorang datang, mengetuk ruang yang paling sepi di dalam dirinya. Membawa nama. Membawa cerita. Membawa kemungkinan bahwa ia tak benar-benar sendiri. Tapi, apakah hati yang sudah terbiasa kehilangan... masih bisa percaya pada harapan yang datang terlambat?

More details
WpActionLinkContent Guidelines