kamu bertanya mengapa aku menyukaimu?, seseorang tidak pernah memiliki alasan yang pasti mengapa dia bisa menyukaimu. karena perasaan datang tiba-tiba tanpa paksaan.
"kak, aku masih nunggu jawaban dari kakak loh" gadis itu mendatangi Remaja lelaki yang sedang memetik gitar ditaman sekolah.
"pendekin rambut lo," ucapnya mengacak gemas rambut gadis itu kemudian berlalu pergi, sang korban pun hanya tersenyum bahagia sambil memegang kepalanya.
besoknya, dia sudah siap dan datang kedua kali untuk menanyakan hal yang sama, ditempat yang sama.
"jadi gimana kak?"
Lelaki itu kaget karena gadis ini benar-benar memangkas rambutnya.
"kenapa lo, suka gue?"
"gak tau, karena perasaan aku datang secara tiba-tiba" ujar gadis itu polos.
"buat saat ini gue ga mau pacaran, mungkin lain kali, gue mau fokus belajar dulu. oke?" ucap lelaki itu membuat gadis dengan rambut pendek itu, patah hati tapi tetap berusaha mengembangkan senyumnya.
laki-laki itu berjalan menjauh meninggalkan gadis yang sedang berharap itu, sendiri.
***
jika memang kamu tidak menginginkan aku, lantas mengapa tatapanmu seakan akan menarikku untuk menyukaimu. tapi sikapmu mendorong ku untuk melupakanmu.
- Vanessa Winanda
NICE TRY
ICE BOY SUDAH TERBIT DAN ADA DI SELURUH GRAMEDIA
Unpublik ya critanya. Part bnyk yg di apus.
"Lo udah sayang belum sama gue?" tandas Lea membuat Aldi terkejut. Karena Aldi diam saja Lea pun memilih mengalah. Sudah dikatakan bukan tidak ada ruang untuk dirinya dihati kecil Aldi.
Memang benar. Tidak ada ruang sedikitpun untuk dirinya dihati kecil Aldi.
"Yaudah kalo lo belum sayang sama gue sekarang, besok gue tanya lagi deh. Siapa tau lo kerasukan jin tomang terus lo ngomong sayang lea, ah senangnya" ucap lea yang membuat aldi melongo mendengarnya.
"Lo gila ya?" ucap aldi heran dengan tingkah perempuan didepannya ini. Tadi lea berbicara bijak dan sekarang lihat lah otak lea mulai kembali gesrek.
"Gila Karena lo!" jawab lea sambil tersenyum lebar.
"Lo sinting!" ucap aldi membuat lea mengedikan bahunya tak peduli.
"Sinting karena lo" jawab lea santai lalu lea berjalan meninggalkan aldi.
Ini menceritakan tentang Lea yang giat berjuang untuk mencairkan dinginnya hati Aldi yang tidak dapat disentuh. Bagi Lea makian dan bullyan adalah hal yang sudah sangat biasa diterimanya. Bahkan urat malunya sudah putus, yang ada dibenaknya adalah 'Aldi milik Lea'.