ARGADIWA [ONGOING]

ARGADIWA [ONGOING]

  • WpView
    Membaca 98
  • WpVote
    Vote 30
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Des 28, 2022
Ialah Argadiwa sang penjelajah yang hanya di ketahui oleh Tuhan keberadaannya. Seorang pemuda yang di lahirkan tanpa ibu dan ayah, di besarkan oleh panti asuhan penyuka musik 90-an ciri khasnya tak pernah memegang putung rokok sekalipun jika di suruh belikan ke warung. Hidup di antara hutan belantara dengan jiwanya yang masih belum ia temukan. Argadiwa sebatang kara layaknya sebatang pohon Pinus katanya, tak mendapatkan fasilitas belajar namun gemar membaca buku di perpustakaan umum penyuka warna hitam dan putih garis keras kulitnya sawo matang manis di pandang. Ialah Argadiwa sang penjelajah yang hanya di ketahui oleh Tuhan keberadaannya. SCI-FI ✅ ROMANCE✅ DRAMA✅ FANTASI✅
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#107
depresi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • NAYARA (Underworld Adventure)
  • RAPUH : BROKEN HOME [END]✔
  • Ashita 2  :   your Memory Of Darkness
  • Obliviora [HIATUS]
  • The Syndrome: Melarikan Diri dari Hutan Kegelapan
  • Queen Mafia & Demon
  • ALGAFA

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan