Anugerah 2{Haechan}✔

Anugerah 2{Haechan}✔

  • WpView
    Reads 187
  • WpVote
    Votes 146
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 15, 2022
" Lihat itu." tangannya mengarah ke tempat di mana aku datangi. Itu masjid. " dan itu tempat ku hehe. " Tunjuknya lagi ke arah yang berlawanan di mana itu berdiri dengan indah bersebrangan dengan tempat ku beribadah. Gereja. Istiqral dan katedral berdiri kokoh saling berhadapan membuat hati wanita itu tersenyum. " Kita semua punya tempat di mana pun itu,meski kita berbeda. Tapi Tuhan tetap ada. Jadi kamu engga perlu sedih lagi, okeh? .... Karena Tuhan akan selalu ada di mana pun itu. " "Tuhan mu Allah kan? " tanya nya lagi " Hmm. " " Aku yakin Tuhanmu Allah sangat bangga memiliki hamba sekuat dirimu. Lihatlah...sekarang kamu tersenyum dengan berurai air mata heheh. Lain kali jangan menangis seperti ini lagi. Apalagi di depan lelaki, itu sama saja membuat kami merasa lemah. " " maap, Dan sepertinya aku sangat bersyukur , karena aku bertemu dengan lelaki sehebat kamu. "
All Rights Reserved
#63
nctjaemin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku, Kamu dan Hujan
  • Printemps
  • RAYYA & REVAL (completed)
  • POLARIS
  • Maaf' (Revisi)
  • GrapicH [✔] JOHNTEN FML
  • Catatan Hijrah
  • God's Surprise ( Slow Update )
  • 𝐋𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐀 𝐇𝐈𝐉𝐑𝐀𝐇 (REVISI)

Hari ini hujan turun dengan deras. Awan sangat hitam, petir saling menyahut, sama seperti hati ku saat ini. Cuaca ini sangat mewakili hati dan perasaanku, kelabu. Aku berjuang untuk nya, tapi dia tidak. Aku hanya ingin mengambil perhatian nya supaya dia suka padaku. Tapi dia, hanya sebatas menghargai ku saja dan tanpa ada niat untuk membalas perasaanku. Ohhh, itu sangat menyakitkan bagi ku. Dia berkata memiliki rasa yang sama, tapi aku tidak pernah melihat keyakinan dari matanya. Aku hanya bisa berjalan dan menangis karna perjuangan ku tak di hargai,lelah rasanya berjuang sendiri. Sampai di pertengahan kota, aku melihat seorang lelaki membawa payung dan tersenyum hangat yang membuat ku tersipu malu. Dia mengajakku ke rumah nya. Awal nya aku curiga dan merasa was-was kepada lelaki tersebut. Tapi entah aku merasa ingin mengikutinya dan ada dorongan dari mana aku ingin mengikutinya. Ahh, dia menggenggam tanganku yg membuat ku tak bergerak sama sekali, hanya mengikuti langkah nya. Dan sampai di ujung jalan, ada satu rumah yg berbentuk hati. Aku terkejut melihat nya, dia mengajak ku masuk untuk menghangatkan badan dan membilas diri karna aku sangat basah. Sudah berjalan beberapa hari, dia sangat perhatian dengan ku, ia memberikan semua yang sebelum nya belom pernah aku rasakan. Aku merasa berwarna kembali dan tersenyum untuk kesekian kalinya. BTW, itu kata perumpamaan yaa guys. Manaada rumah berbentuk hati, halu deh haha:v Awas typo bertebaran! Cerita pertama di akun ke2🤗 Semoga kalian suka. @_diana283

More details
WpActionLinkContent Guidelines