After You

After You

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 6, 2026
Menjadi bayang-bayang dari orang lain terasa begitu melelahkan, namun mengutarakan membuat banyak hati tak nyaman. Begitu juga yang dialami oleh Aruna Basagita Gantari. Mendapat hangat dari pelukan keluarga atau usapan lembut dari pujangga baginya hanya sebuah legenda dalam cerita hidupnya. Orang terkasih, justru menjadi alasan terkuat menoreh segala lara. Ia lari namun kaki terpaku masa lalu. Baginya, waktu bukan penyembuh luka, tapi sejarah untuk mengulang lara. "Jika tak cinta, jangan berani menancapkan asa. Ini hati ciptaan Tuhan, tidak bergaransi jika lukanya sampai bernanah-nanah." Aruna Basagita Gantari. "Jangan keras kepala! Aku datang menyembuhkan luka bukan menertawakan kisahmu yang tak sempurna." Narakha Pramulih Mahanaga. _____ 06 Juni 2026
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Almost Married (END)
  • The Villain's Mother
  • Chasing Sanara
  • The Last Yes!
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • De Andere Weg (END)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines