Isabella Putri Arjanti

Isabella Putri Arjanti

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 3, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Setiap orang memakai topeng nya masing-masing,bukan menipu,hanya tak ingin terlihat menyedihkan. Isa adalah salah satu orang yang selalu mengenakan topeng di hadapan orang lain dengan harapan tak ada satupun yang mengetahui luka nya. Ini adalah kisah tentang Isa yang mengalami trauma berat hingga menderita Philophobia. Walau sudah berlalu,bayangan masa lalunya terus menghantui dan mencegah isa untuk bisa menjalani kehidupan yang normal. Namun suatu ketika ada yang berkata "Takut jatuh cinta bukanlah hal yang wajar,isa." Kata kata milik orang itu mengguncang dunia kelam milik isa,akan kah yang hadir kemudian adalah pelangi? Atau badai yang lebih kelam? this is just a spill of someone's life story. enjoyy
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • If It's You
  • DREAM QUEEN | END
  • Assalamu'alaikum Kekasih Halalku
  • Saat Aku Bersamamu (Tamat)
  • PELANGI
  • Behind The Smile
  • Cawa
  • Broken
  • The True Traveller (Revisi)

Tak semua cinta harus dimiliki. Tak semua harap harus terpenuhi. Dan tak semua luka harus hilang untuk bisa bahagia. Nadhira mencintai Izzan dalam diam, sejak masa putih abu-abu. Cinta yang tumbuh tanpa suara, namun berdetak dalam tiap helaan napasnya. Hingga waktu dan takdir membawanya pada kenyataan: Izzan menikah, bukan dengannya. Dunia Nadhira runtuh, namun ia memilih untuk tetap berdiri. Perjalanan panjang menuju penerimaan, membuat Nadhira belajar bahwa ikhlas bukan berarti tak pernah menangis. Tapi tentang berdamai dengan diri sendiri, tentang menata hati meski tak ada pelukan yang menenangkan. Ia mulai menulis, mengajar, dan membangun ruang aman bagi banyak jiwa muda-sembari pelan-pelan menyembuhkan dirinya. Ini adalah kisah tentang cinta yang tidak berakhir dengan "memiliki", tapi dengan "menerima". Tentang seorang perempuan yang tak lagi menunggu bahagia dari seseorang, tapi menciptakan bahagianya sendiri bersama Allah. Dan ketika ia benar-benar siap, cinta akan datang bukan sebagai pelengkap, tapi sebagai anugerah. Sebuah novel yang hangat, dalam, dan penuh perenungan untuk siapa saja yang pernah mencintai diam-diam-dan sedang belajar merelakan dengan tenang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines