My Brondong

My Brondong

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 8, 2022
"Hai.. boleh nggak Aku minta nomor HP kamu?" terdengar suara bariton dari belakang Sisy. Gadis itupun menoleh kebelakang, matanya sedikit menyipit karena sinar mentari yang mengenai kedua mata indahnya itu. sekilas nampak sebuah bayangan seorang lelaki yang cukup tinggi, eh bukan.. sangat tinggi malah. "sorry ya.. saya sudah punya pacar.." jawab Sisy singkat. Lelaki itu kini melangkah lebih dekat lagi kearah Sisy, berdiri tepat di hadapannya sehingga tubuh jangkungnya menutupi wajah cantik gadis itu dari cahaya mentari yang cukup terik di siang ini. "Tapi.. setau saya, kamu masih single deh.." jawab pria misterius itu sembari mendekatkan wajahnya. perlahan Sisy menormalkan pandangannya sembari menjawab pertanyaan lelaki ngaco dan sok tau itu. yah, meskipun memang benar kalau Sisy masih jomblo dan hanya bohong bilang punya pacar untuk menghindari hal-hal seperti sekarang ini. Sisy sangat malas menanggapi orang-orang yang berusaha pdkt padanya. "sorry ya.. anda ini siapa?" "kamu.. lupa sama saya?" "Maaf ya, saya tidak kenal dengan anda?" Padahal dalam hatinya, Sisy benar-benar memutar ingatannya apakah ia kenal dengan lelaki yang cukup tampan itu. yah, hanya sebatas cukup tampan saja. "Kalau gitu kenalin, Nama saya Elgio Arfani mahasiswa semester satu jurusan olahraga.." ucapnya sembari mengulurkan tangannya. Sisy sedikit mengingat-ingat sepertinya nama itu sedikit tak asing baginya. Namun sedetik kemudian ia baru tersadar. "Gio?!" tanya gadis itu sedikit tak yakin. pria itu tersenyum manis padanya, "Akhirnya kakak ingat saya". Mau tau siapa Gio? lanjut baca kisah mereka.. kisah pahit manis, asam dan asin kehidupan muda mudi yang tengah di permainkan oleh sesuatu yang dinamakan.. 💓CINTA 💓
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • STUCK
  • Puisi Kegagalan
  • Twilight's Love Puzzle
  • MY HAPPINESS
  • DRABIA [END]
  • Felicity [On Going]
  • MIRROR | Jay ✓
  • FORTE [COMPLETED]
  • 𝙵𝚄𝙲𝙴𝙺[𝚋𝚘𝚢] ✔
  • BALANCE (Lengkap)
STUCK

Coba deh mukul kaca sampai pecah. Sakit? Jelas. Hancur? Iya. Bisa utuh seperti semula? Bisa, cuma engga akan sama kaya awal. Itu perumpamaan perasaan gue ke lu. -Fauziah Veronnisa >>>>> "Gue minta maaf,Zi." "Minta maaf atas dasar apa? Kalau lu minta maafa atas dasar kejadian 3tahun lalu. Sorry sorry aja nih, gue udah engga terlalu mikirin." Ucap Ziah sambil mengalihkan pandanganya kearah lain. "Gue tau gue telat, tapi tolong. Kasih gue kesempatan kedua buat memperbaiki semuanya. Toh, semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua." Balas Tama sambil tersenyum. "Apa lu pantes gue kasih kesempatan kedua? Biarpun pantes tapi maaf. Hati gue udah bukan buat lu lagi." Ucap Ziah. "Gue tau kok lu udah jatuh ke hati Rama. Apa. Gue. Salah. Kalau. Gue. Memperjuangkan. Apa. Yang. Seharusnya. Gue. Perjuangkan?" Ucap Tama sambil menekan sebelas kata terakhir. "Terserah. Intinya kalau lu minta keadaan kaya dulu lagi, maaf gue engga bisa dan engga akan pernah bisa. Gue pergi, Rama udah nunggu gue daritadi." Ucap Ziah sambil pergi meninggalkan Tama sendiri. Tanpa mereka ketahui bahwa ada seseorang yang mendengarkan percakapan mereka berdua. "Kalau emang dihati lu masih ada Tama, kenapa lu harus nerima gue Zi? Apa gue harus ngelepas lu? Atau gue bertahan dan berjuang? Kalau gue berjuang dan bertahan, apa lu bakal pilih gue? Atau malah lu balik lagi ke masa lalu? Haha, miris banget kisah percintaan gue." Ucap Rama sambil pergi ninggalin tempat kejadian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines