Misericordia Diaboli

Misericordia Diaboli

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 3, 2022
Di mulai dari kedua orangtua-ku. Ibu adalah perempuan desa, yang meninggalkan dunia perkuliahan-nya demi seorang pria. Benar, pria itu adalah ayah-ku. Mereka bertemu dalam satu kampus, dan jatuh cinta, Ayah adalah anak dengan keturunan yang bisa aku bilang, sangat mewah. Dia ingin ini-itu kedua orang tua ayah akan memberikan apa yang ayah mau. Namun ayah bukan orang yang manja, ia pekerja keras, ia menggapai juara dalam satu sekolah, juara internasional dalam mata pelajaran fisika, bahkan ayah memiliki perusahaan yang ternama sekarang. Oh? Apa? Menurut kalian aku kurang beruntung memiliki mereka? Tidak, bukan itu. Kedua orangtua-ku memang terlihat normal, namun, semenjak aku lahir, aku mengetahui bahwa aku adalah "down-fall" keluarga-ku. Ku kira aku hanya seorang yang sial di dalam keluarga-ku saja, namun sepertinya aku salah, aku lebih dari sekedar sial di dalam keluarga-ku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE DEMONIC YOUNGEST DAUGHTER
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • Puisi Kegagalan
  • Mutualism Symbiosis
  • Thats my Love
  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • My Duchess / End
  • The Secret That Makes Me Grow [END]
  • Mamaku Mantan Antagonis (Tamat)

Aku tahu takdir memang selalu bercanda padaku, mungkin lebih tepatnya merundungku. Sedari awal hidupku tidak berjalan baik. Bukan, bukan melarat apalagi bekerja bagai kuda hanya untuk sesuap nasi, tetapi menjadi anak dari konglomerat yang meneteskan liur pada reputasi. Aku lah anak yang ditempa sekeras mungkin oleh orangtuaku untuk meraih reputasi impian mereka. Kurasa meski aku hancur berkali-kali, tumpul berkali-kali, dan berkarat berkali-kali; orangtuaku masih menarik leherku dengan paksa untuk bekerja demi reputasi mereka. Aku yang hidup seperti itu, kurasa dengan mati setidaknya bisa terbebas. Namun, bak keluar kandang buaya masuk kandang harimau, aku terbebas dari orangtuaku akan tetapi jatuh ke dalam genggaman entitas lain. Dewa yang menyeretku paksa untuk menjalani kehidupan seseorang yang kuberi iba secuil biji jagung. Libitina Kaltain. Karakter dari novel yang kubaca kala memiliki waktu luang sebiji kecil. Bukan, bukan pemeran utama yang menakjubkan apalagi pemeran penjahat. Tapi hanya pemeran pendamping yang bahkan hanya muncul sekali. Sang tumbal peperangan, keturunan yang menyedihkan dari Keluarga Kaltain. Anak yang hanya muncul saat keluarganya mengorbankan dirinya demi memenangkan peperangan. Anak yang malang, begitulah kupikir. Jika tahu rasa Ibaku yang ternyata membawaku ke sini, maka lebih baik kuludahi saja namanya. Libitina Kaltain, aku hidup kembali dalam tubuh penuh luka dan tak berdaya miliknya. Menjalani hidup menyedihkan Libitina yang bahkan lebih rendah dari budak, dianggap sampah keluarga yang tidak pernah dipandang. Aku hidup sebagai dirinya, sekaligus menanggung takdirnya yang entah apa. Bersamaan dengan kebingunganku pada Dunia dan takdirku sendiri, kata mengapa yang menggerayangi. Mau bagaimanapun aku harus bertahan di sini, meski bersamaan dengan kemarahan yang tumbuh membukit, serta dendam dan kebingunganku. Mungkin juga secuil harapanku. . _____________________ Warning: terdapat kata-kata kasar! Slow update

More details
WpActionLinkContent Guidelines