Olin memejam, sulit menelan salivanya saat Brandon menindihnya saat ini. Menikmati sentuhan demi sentuhan yang Brandon lakukan. Rasanya masih sama seperti dulu. Meski sudah biasa, tetapi mampu membuat Olin berdebar tidak menentu. Sakit, tapi Olin merindukannya, dan Olin saat ini sadar, bukan Dimitria, lelaki yang meninggalkannya dihari pernikahannya.-yang dia ingini selamanya ada dalam hidupnya. Namun, Brandon yang malam ini sedang menggodanya habis-habisan, hingga berakhir di ranjangnya yang besar, mewah serta hangat. Lelaki itu sangat tahu bagaimana membangkitkan gairah, mengatur suasana kamar ini menjadi temaram.
"Apa yang kamu inginkan saat ini, Lin?" tanya Brandon saat siap menyatukan diri dengan Olin. Suaranya serak, tidak dapat menahan lagi nafsunya.
Wanita itu polos, tubuhnya, tatapannya juga perasaannya untuk Brandon. "Kamu."
Sesaat Brandon seperti salah dengar, atau memang Olin yang hanya meracau?
Bukannya dahulu, Olin mati-matian ingin berpisah dengan Brandon?
Mulanya, maksud Miura Nara menerima pernyataan cinta berondong tengil yang terus mengganggunya, adalah untuk membuatnya kapok. Dia sudah menyiapkan 1001 tingkah menyebalkan yang akan ditunjukkan selama masa uji coba berpacaran. Dengan begitu, berondong menyebalkan berstatus pacar magang itu memilih pergi meninggalkannya.
Sialnya, ini tidak semudah yang Miura kira. Terlebih saat dia harus tinggal satu atap bersama pacar berondongnya dengan hormon belum stabil alias sangean.
Miura Nara dalam masalah baru yang lebih besar dari sekadar Askara Tarachandra Manggala.