HORTENSIA [TAHAP REVISI]

HORTENSIA [TAHAP REVISI]

  • WpView
    Reads 10,410
  • WpVote
    Votes 1,208
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 7, 2025
WpInfo
Fanfic
NCT
Untuk luka masa lalu yang entah kapan akan sembuhnya. Juga kalimat-kalimat pahit yang sialnya harus dia telan meski sudah lelah dijejali itu semua. Dirinya pun ditinggalkan lalu dilupakan tanpa alasan. Sebelumnya Jenggala tidak tau mengapa Tuhan masih membuatnya bangun dan melanjutkan hari sampai sejauh ini. Tapi semakin lama, Ia jadi tau mengapa kehadirannya bukan sesuatu yang baik untuk ibu dan yang lain. Jenggala jadi tau mengapa Tuhan tidak membiarkannya mati saja. Jenggala jadi bisa menerima semua rasa sakit yang selama ini dia terima dari orang-orang. Bahkan Jenggala pikir, semua luka yang dia terima belum cukup untuk menebus kesalahannya. Jenggala tidak bisa lagi mengeluh karena ketidakadilan dan sekarang Ia mengerti sebesar apa dendam yang perlu dia hadapi. Mas Raden juga pernah bilang, bahwa mencari atau dicari itu ketika salah satu di antara kita hilang. Sedangkan Jenggala mulai ragu dan bertanya-tanya, "yang dia cari itu, benar-benar hilang?" ❝Maaf karna selalu membuatmu mengingat duka.❞ Note: revisi besar-besaran ©Kyumulliu 2O22
All Rights Reserved
#477
ditinggalkan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Detektif: Rahasia Kasus Sekolah [HIATUS]
  • Hi, Bye Mama [✔️]
  • Mistakes In The Past || Complate
  • Langit Yang Tak Lagi Biru
  • GrapicH [✔] JOHNTEN FML
  • Rainbow
  • NEVERTHELOST || Love In Silence
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Renjana [COMPLETED]

NCT DREAM Lokal Berawal dari sebuah hobi dan rasa penasaran, hingga membuat ia seolah-olah menjadi seorang detektif untuk mengusut rahasia dibalik dinding sekolahnya. Sekolah yang terkenal dikalangan masyarakat, menyimpan begitu banyak misteri yang menunggu untuk diungkapkan. Jujun, tidak pernah tahu, jika rasa penasarannya, membawa pada kenyataan yang begitu menyakitkan. Yang ia ingin tahu, pada awalnya hanya sebuah rasa ingin memecahkan sebuah teka-teki, lalu menyusun banyaknya puzzle, agar tersusun sempurna. "Ju, lo enggak perlu ngerasa bersalah sama kita. Kita baik-baik aja." "Gimana enggak, gua udah bawa kalian sejauh ini." ©Copyright 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines