TERUMBU KARANG DI PALUNG HATI

TERUMBU KARANG DI PALUNG HATI

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 26, 2022
Hujan.. Hummftt.. Aku tak tau mengapa sebagian besar orang - orang yang aku kenal sangat menyukai hujan. Padahal hujan akan menghalangi segala aktifitas manusia di muka bumi ini. Itulah sedikit kekesalanku mengenai hujan. Dan perkenalkan, namaku Mytha umur 22 tahun awal. Awal maksutnya baru sebulan yang lalu aku ulang tahun. Aku masih tinggal di rumah orang tua by the way. Aku tinggal di kota Banyuwagi, kota yang terkenal dengan ilmu santetnya. Tapi tenang, aku ga ngerti sama sekali tentang hal - hal yang berbau mistis, aku penakut. Jadi bisa dijamin kalau aku bersih dari hal - hal mistis. Saat ini aku sedang sibuk sibuknya kuliah semester akhir yang mana itu adalah skripsi dan sibuk kerja. Aku kerja baru sekitar 2 bulan yang lalu di salah satu perusahaan telekomunikasi selular ternama di Indonesia, karena harus membayar uang kuliah yang nunggak dan terancam ga bisa wisuda kalau gak dibayar. Namun ternyata kuliah sambil bekerja itu susah. Yang akhirnya berakibat pada skripsi ku yang mundur secara perlahan. Jika teman teman seangkatanku sudah hampir selesai proposal skripsi dan siap untuk seminar proposal, apalah dayaku yang bab 1 proposal skripsi pun belum kelar. Yaah dalam hidup memang harus ada akibat yang diambil dari setiap keputusan yang kita buat. Saat ini aku lagi menikmati peran baru sebagai karyawan dan sedang semangat - semangatnya bekerja meskipun terkadang juga pusing ketika pekerjaan tersebut lagi numpuk. Namun aku tetap semangat karena ternyata medapatkan uang atau gaji dari keringat kita sendiri nikmatnya luar biasa. Sangking semangatnya, saat ini sedang hujan deras pun aku terjang untuk menuju kekantor. Jarak rumah dari kantor tidak tergolong dekat namun juga tidak tergolong jauh, sekitar 15 sampai 20 menit jika tidak ada hambatan. Itulah sedikit identitas ku yang perlu kalian ketahui dan inilah kisahku.
All Rights Reserved
#131
laut
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Beautiful Sunset
  • PaSuTrik (Pasukan Suami-istri Prik)
  • ALVIN (On Going)
  • ALEYA~~
  • Embun Pagi
  • Butterfly Effect
  • Ayesha Transmigration
  • PAPERFLAKES
  • Sewindu
  • Badgirl Vs Ketos(ongoing)

DISCLAIMER! (Cerita ini sudah terbit duluan di KaryaKarsa dengan status COMPLETED dan aku membuat works di sini dalam rangka promosi sahaja. ) Aku pernah jatuh cinta padanya, dulu. Tapi, dia adalah suami dan ayah yang baik. Keluarganya harmonis, kisah cintanya adalah legenda di kalangan mahasiswa. Sosoknya sangat kharismatik, aku bahkan yakin bukan satu - satunya wanita yang mencintainya meski tahu ia adalah pria beristri. Kusimpan perasaanku rapat - rapat, namun sial, Alex mengetahuinya. Bertahun - tahun aku terbelenggu dalam perasaan terlarang dan hanya pada Alex aku berani terang - terangan. Terang - terangan cemburu saat ia memberikan senyum hangat untuk perempuan lain, padahal aku bukan istrinya. terang - terangan ngambek ketika ia tidak peka akan maksudku, padahal memang aku bukan siapa - siapa selain mahasiswanya. Kemudian, kami berpisah. Jalan hidup membuat kami tidak pernah bertemu bahkan sekedar untuk berpapasan di jalan. Waktu pun membuatku beranjak dari perasaan senyap itu, aku berkencan dengan beberapa pria kecuali Alex. Tapi dia selalu jadi orang pertama dan terakhir yang selalu membersamaiku di setiap momen. Entah itu momen saat aku putus, galau bahkan kesepian. Alex selalu ada namun kami tidak bisa bersama. Tuhan memang satu, kami yang tidak sama. Aku menjadikan Alex sahabat terdekat meski tahu perasaannya untukku sangatlah gamblang terlihat. Hingga hidup membuatku harus memutuskan untuk menjauh darinya juga. Di sinilah lucunya, berpisah dengan Alex terasa asing namun aku justru kembali bertemu dengannya. Dia, pria kharismatik yang juga adalah suami dan ayah yang baik. Rasa yang dulu pernah ada itu kembali berdegup untuk nama yang sama. Sial, rupanya selama ini aku tidak pernah melupakannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines