GALA SAMUDRA

GALA SAMUDRA

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 11, 2024
Saat pertama kali Nara mengenal Gala Samudra adalah saat dia merasa dunia sedang tidak berpihak padanya, tapi Gala selalu ada disampingnya. Pertemuan pertama mereka pun terjadi saat Nara kehilangan satu-satunya sosok keluarga yang dia punya. Di pemakaman sang kakak, tepatnya. Saat tinggal Nara sendirian berdiam duduk menatap kosong pada gundukan tanah, cowo itu datang menghampiri dan mengulurkan selembar kain kecil. "Nih, muka lo jelek banget kaya gitu. Udah mau gelap, jangan sendirian dikuburan." Berawal dari pertemuan yang tak disengaja itu, Nara tidak pernah merasa sendirian lagi. Nara merasa kalau Gala adalah ketidaksengajaan yang Tuhan berikan untuk menemani nya. Seiring waktu mereka bertemu, saling kenal, dan akhirnya lebih dekat. Lambat laun juga Nara menyadari, dirinya memiliki perasaan khusus untuk sosok laki-laki itu, ..untuk Gala Samudra. BS PROJECT || Gala Samudra © 2024 cocomilkcream
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SAMUDRA BERCERITA || END
  • Jandanya Raksa
  • Transmigrasi: Love Punch
  • About Nala [Selesai]
  • IF ONLY ✔ [SELESAI]
  • SAMUDRA
  • Collide
  • When Two Hearts Collide
  • Lila: Ruang Tanpa Jendela

Andai Samudra bisa bicara, para penyelam takkan perlu menyelam untuk mengetahui isi didalamnya. Andai Samudra bisa bicara, Palung Mariana takkan menjadi misteri yang tak kunjung terpecahkan meski sudah lama. Andai Samudra bisa bicara, segitiga Bermuda yang menelan banyak korban akan diketahui apa penyebabnya. Begitupun dengan Samudra Anka. Andai ia bisa bicara, semua orang akan tahu apa yang ada di dalam hatinya. Andai ia bisa bicara, ia takkan di caci maki karena kebisuannya. Andai ia bisa bicara, ia takkan di tinggalkan karena kecacatannya. Bukan keinginannya kalo ia cacat, tapi mengapa ia di perlakukan seperti ini. Bukan keinginannya kalo ia bisu, tapi kenapa ia di tinggalkan sendiri. "maaf Ayah, maaf Bunda, maaf Abang, maaf karena udah cacat, maaf karena udah bikin malu kalian"

More details
WpActionLinkContent Guidelines