We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Rindu Tak Tergapai

Rindu Tak Tergapai

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 8, 2022
WpInfo
Poetry
Rindu yang tak Tergapai Disini hanya ada puisi-puisi tentang aku yang sedang merindukan seseorang. Ia sangat jauh dariku bahkan kini sudah menjadi milik orang lain. Kerinduan yang dalam tersimpan erat di hati dan tak mampu aku sampaikan, biarkan rasa rindu ini aku tuliskan sebagai puisi kerinduan yang tak bisa ku sampaikan agar siapapun yang membacanya bisa merasakan apa yang sedang ku rasakan saat ini. Merindukan seseorang yang bukan milik kita sangat terasa sakit di hati, namun itu jauh lebih baik daripada dia harus mengetahui. Biarkan dia Bahagia dengan orang yang bersamanya sekarang, aku pun akan Bahagia melihatnya. Dan puisi-puisi ini tentang rindu yang tak tersampaikan
All Rights Reserved
#185
kerinduan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Mahligai Sunyi
  • Goresan Rasa(Puisiku)
  • LEBUR JIWA [Lengkap]
  • Nostalgia Cinta Dalam Rindu
  • Akhir Penantian Diujung Senja
  • Di Antara Kenangan dan Waktu (On Going)
  • 31 Months for You (Revisi)

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines