Story cover for LIMITLESS by Daisyyy66
LIMITLESS
  • WpView
    Reads 455
  • WpVote
    Votes 122
  • WpPart
    Parts 13
  • WpView
    Reads 455
  • WpVote
    Votes 122
  • WpPart
    Parts 13
Ongoing, First published Oct 07, 2022
"Kamu mending pulang aja, tinggal di sini nggak baik buat kamu."

"Lo mau ikut pulang sama gue?"

"Aku di sini aja, Gar. Ini rumah aku."

"Yaudah, gue juga di sini."

"Tapi--"

"Kita udah nikah. Lo lupa? Jadi, dimanapun gue berada lo harus ikut."


Tentang Arlando Nagara yang harus mengambil tanggung jawab atas Nayara di tengah hidupnya yang carut marut. Tak mudah bagi Gara, karena selain melindungi diri sendiri, Ia juga harus memastikan dua orang yatim piatu yang berbagi kisah dengannya dapat hidup dengan baik-baik saja.

Bagi Nayara Parastika, hidup hanya tentang bagaimana Ia harus bertahan dari kerasnya dunia. Ia bahkan tak sempat memikirkan hari esok, karena yang Nayara tau adalah bagaimana Ia harus menjalani hari ini dengan tenang dan baik-baik saja. Kehadiran Gara jelas tak pernah ada dalam daftar masa depannya.

Tak pernah terpikirkan sebelumnya bagi Gara maupun Nayara untuk berbagi kisah bersama. Terasa sulit, tapi keduanya akan berusaha meskipun tak pernah tau sampai dimana kisah mereka akan bermuara.
All Rights Reserved
Sign up to add LIMITLESS to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ] by ytoway
14 parts Complete
Alana Refasya adalah perempuan yang nyaris tak tersentuh, elegan, mandiri, dan dihormati di dunia mode. Di usia 32 tahun, namanya bukan sekadar label, melainkan simbol eksklusivitas yang bertengger di puncak industri. Setiap gaun rancangannya bukan hanya sekadar pakaian, melainkan seni yang membingkai keanggunan. Sosialita, selebritas, bahkan bangsawan berlomba mengenakan karyanya. Wajahnya menghiasi layar-layar raksasa di kota besar, terpampang dalam cahaya gemerlap yang menciptakan ilusi kesempurnaan. Namun, kesempurnaan adalah fatamorgana yang mudah runtuh saat berhadapan dengan kenyataan. Pernikahan dengan Erland Addison membawanya ke dunia yang tak pernah ia kenal sebelumnya, sebuah rumah yang megah, tetapi kehilangan makna sebagai tempat berpulang. Ada sesuatu yang salah di rumah ini. Mereka yang tinggal di dalamnya terlalu terbiasa untuk merasa tidak dicintai. Terlalu lama mengandalkan satu sama lain tanpa pernah benar-benar percaya bahwa mereka tetap membutuhkan sosok ibu atau pasangan hidup. Dan saat itu juga, kenyataan menghantam Alana dengan keras. Keluarga ini telah porak-poranda dalam genggaman perempuan yang seharusnya menjadi tempat pulang mereka. Hancur begitu saja. Mengikis keyakinan bahwa mereka pantas dan layak dicintai. Luka-luka lama mengakar begitu dalam, kepercayaan telah lenyap, dan di dalam rumah ini, rumah yang seharusnya menjadi tempat kembali-tidak ada ruang bagi siapa pun yang mencoba masuk. Anak-anak itu menatapnya dengan sorot mata waspada, seakan menunggu saat ia melakukan kesalahan. Mereka tidak butuh ibu baru. Mereka tak ingin percaya lagi. Dan Alana pun sadar... perjalanannya baru saja dimulai. Karena ia tahu, membangun rumah bukan sekadar memiliki dinding dan atap. Bahwa memenangkan hati tidak sesederhana merancang gaun yang sempurna. Dan di tempat ini, di antara hati yang telah lama kehilangan kepercayaan, ia mengerti satu hal, sekadar usaha tidak akan pernah cukup.
You may also like
Slide 1 of 8
ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ] cover
#1 | Love in Chaos [Sudah Terbit] cover
POISONED LOVE  cover
Behind Our Eyes  cover
Binar yang Tak Selaras cover
Perempuan Kedua cover
TERJERAT CINTA CEO AROGAN  cover
Evᥱr A𝖿tᥱr ᗯіth ϒ𝘰u ᥫ᭡ cover

ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ]

14 parts Complete

Alana Refasya adalah perempuan yang nyaris tak tersentuh, elegan, mandiri, dan dihormati di dunia mode. Di usia 32 tahun, namanya bukan sekadar label, melainkan simbol eksklusivitas yang bertengger di puncak industri. Setiap gaun rancangannya bukan hanya sekadar pakaian, melainkan seni yang membingkai keanggunan. Sosialita, selebritas, bahkan bangsawan berlomba mengenakan karyanya. Wajahnya menghiasi layar-layar raksasa di kota besar, terpampang dalam cahaya gemerlap yang menciptakan ilusi kesempurnaan. Namun, kesempurnaan adalah fatamorgana yang mudah runtuh saat berhadapan dengan kenyataan. Pernikahan dengan Erland Addison membawanya ke dunia yang tak pernah ia kenal sebelumnya, sebuah rumah yang megah, tetapi kehilangan makna sebagai tempat berpulang. Ada sesuatu yang salah di rumah ini. Mereka yang tinggal di dalamnya terlalu terbiasa untuk merasa tidak dicintai. Terlalu lama mengandalkan satu sama lain tanpa pernah benar-benar percaya bahwa mereka tetap membutuhkan sosok ibu atau pasangan hidup. Dan saat itu juga, kenyataan menghantam Alana dengan keras. Keluarga ini telah porak-poranda dalam genggaman perempuan yang seharusnya menjadi tempat pulang mereka. Hancur begitu saja. Mengikis keyakinan bahwa mereka pantas dan layak dicintai. Luka-luka lama mengakar begitu dalam, kepercayaan telah lenyap, dan di dalam rumah ini, rumah yang seharusnya menjadi tempat kembali-tidak ada ruang bagi siapa pun yang mencoba masuk. Anak-anak itu menatapnya dengan sorot mata waspada, seakan menunggu saat ia melakukan kesalahan. Mereka tidak butuh ibu baru. Mereka tak ingin percaya lagi. Dan Alana pun sadar... perjalanannya baru saja dimulai. Karena ia tahu, membangun rumah bukan sekadar memiliki dinding dan atap. Bahwa memenangkan hati tidak sesederhana merancang gaun yang sempurna. Dan di tempat ini, di antara hati yang telah lama kehilangan kepercayaan, ia mengerti satu hal, sekadar usaha tidak akan pernah cukup.