Story cover for LONER by syafniyabilla18
LONER
  • WpView
    Reads 174
  • WpVote
    Votes 73
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 174
  • WpVote
    Votes 73
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Oct 09, 2022
Kamar ku adalah saksi bisu atas segala kesedihan yang kurasakan selama hidup ini. Memang dari luar aku merupakan sosok yang ceria dan penuh energi, tapi itu semua hanyalah sebuah topeng yang aku gunakan untuk menipu semua orang. Bukannya aku tidak mau menunjukkan diriku yang sebenarnya, hanya saja keadaan lah yang membuat diriku menjadi seperti ini.
All Rights Reserved
Sign up to add LONER to your library and receive updates
or
#57collage
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT] cover
ECCEDENTESIAST (COMPLETED) cover
Broken Home [Complete] cover
I'm broken [BHS#1]✓ cover
ELGITA  (TERBIT) cover
Mari Kita Berdamai dengan Luka  (TAMAT) cover
Leyna cover
I'M TALISA || END cover
H U R T   cover
Perihal Dia Dengan Sejuta Tawa (END) cover

Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]

62 parts Complete

"Aku hanya ingin tidur ... tidur selamanya bersama Bunda." "Berani baca kisahku?" _ _ _ _ _ _ Aku Nino, cowok berkacamata yang selalu memakai jaket. _ _ _ _ _ _ Tekanan hidup membuatku depresi dan berakhir menyakiti diri sendiri. Bukan hanya sekali, dua kali, tapi sering ... Aku? Apakah aku mampu? Menjalani hidup bagai neraka. Atau ... Haruskah Mati? _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ ©Haruskah Mati? karya meitheoypt ~>Cerita ini sudah pernah dipublish tapi karena ada masalah, berakhirlah diunpub. Dan pada tgl 7 Sept 2021, cerita ini di-publish ulang [Akan langsung DIHAPUS setelah tamat, berani baca sampai akhir?] _______________________________________________ Nb: •Jika kamu makhluk Tuhan yang mengerti apa itu kerja keras, maka janganlah jarimu itu pelit 'tuk menekan bintang atau sekadar memberi komen •Jika kamu makhluk Tuhan yang PAHAM apa itu perjuangan, juga kebahagiaan seseorang, maka janganlah ada di benakmu niatan untuk memplagiat cerita karena sejatinya kami para penulis yang berjuanh dengan karya kami sudah terlalu capek menghadapi segala suka duka. Maka dari itu, mari kita ciptakan kedamaian Selamat membaca, semoga suka ^.^