LONER
  • WpView
    Membaca 179
  • WpVote
    Vote 73
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Nov 11, 2022
Kamar ku adalah saksi bisu atas segala kesedihan yang kurasakan selama hidup ini. Memang dari luar aku merupakan sosok yang ceria dan penuh energi, tapi itu semua hanyalah sebuah topeng yang aku gunakan untuk menipu semua orang. Bukannya aku tidak mau menunjukkan diriku yang sebenarnya, hanya saja keadaan lah yang membuat diriku menjadi seperti ini.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#12
loner
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Dear of Natasya
  • MY BROKENNES
  • Perihal Dia Dengan Sejuta Tawa (END)
  • Broken Home [Complete]
  • H U R T
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)
  • I'm broken [BHS#1]✓
  • LUKA
  • Mari Kita Berdamai dengan Luka  (TAMAT)

"Aku tersenyum bukan karena bahagia, tapi karena aku tak ingin kalian melihat aku runtuh." - Natasya Kirana Maharani Natasya Kirana Maharani, seorang gadis 14 tahun yang tampak ceria di luar, menyimpan lautan luka di dalam dirinya. Ia hidup di antara ketiadaan kasih sayang keluarga, dikhianati oleh satu-satunya cinta yang ia percayai, dan terjebak dalam gelapnya lorong kesehatan mental yang terus menghantuinya. Meski dunia seperti runtuh, Natasya masih bisa tersenyum. Ia mendirikan komunitas kecil di sekolah bernama Langit yang Menangis Diam-Diam, tempat di mana anak-anak lain yang juga terluka bisa menuliskan isi hati mereka tanpa takut dihakimi. Komunitas itu menjadi suara bagi mereka yang sunyi, menjadi bahu bagi mereka yang diam-diam ingin menyerah. Namun, tidak semua orang menyukai kejujuran. Komunitas itu mendapat serangan, hujatan, bahkan dihancurkan. Sahabat menjauh, pacar memilih diam, dan luka-luka lama kembali terbuka. Natasya terus bertahan. Ia terus menulis. Terus meyakinkan orang lain bahwa mereka layak hidup, meski hatinya sendiri sudah lama remuk. Hingga pada suatu malam, ketika tak ada lagi pelukan yang cukup hangat, ketika suara-suara di kepalanya terlalu bising, dan ketika senyumnya tak lagi mampu menahan air mata... Natasya memutuskan untuk meninggalkan dunia yang tak pernah benar-benar menerima keberadaannya. Ia meninggalkan surat terakhir di ruang komunitas yang dulu ia bangun: "Aku lelah menjadi kuat. Tapi aku ingin kalian tahu: kalian layak hidup, bahkan saat aku memilih berhenti." ---

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan