Perfectly Imperfect

Perfectly Imperfect

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 9, 2022
Sejak kecil, Agni tumbuh menjadi anak sulung yang serba harus mengalah dan melindungi anak emas sang ayah, Mutiara. Saat Mutia membuat masalah besar, hamil di luar nikah di saat usianya baru menginjak 19 tahun, Agni pun harus merelakan menunda pernikahannya dengan Aldio demi menemukan laki-laki yang harus bertanggung jawab atas kehamilan sang adik-Leonathan. Mimpi buruk berlanjut saat rencana pernikahannya harus batal karena calon ibu mertuanya yang otoriter terus merendahkan keluarga Agni bahkan setelah Mutia meregang nyawa akibat melahirkan Wendy. Leo dan Agni sekarang dipaksa bahu-membahu membesarkan Wendy. Tetangga dan orang terdekat mereka terus berkata kalau saat bersama, mereka bertiga terlihat seperti satu keluarga utuh yang bahagia. Namun, kedatangan Aldio yang sejatinya masih ada di hati Agni menimbulkan kebimbangan besar di hati wanita itu. "Mama Ndi kapan pulang sih, Onti?" "Mama Ndi ada di surga, sayang. Mama disayang Tuhan, makanya sekarang mama di sana." "Kalau gitu, Onti aja ya yang jadi mamanya Ndi? ***
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ain't Your Daddy (COMPLETED)
  • Ustadzah Assyifa✔️
  • MEANT TO BE  [TAMAT]
  • ANGGI MAHARANI
  • COUPLE IN LAW [COMPLETED]
  • Not An Accident
  • CURE | MOVE ON SERIES
  • SASHI
  • The Baby's Contract✓
  • Air di Atas Awan

Pernikahan Jamila Istari (30) dan Nadiem Arif Prakoso (38) sudah tiga tahun kandas, huru-hara dipicu oleh ketidak puasan Ami yang merasa kurang segala-galanya. Di zaman ini, di ekonomi yang begini, dia harus bertahan dengan Nadiem yang luntang-lantung setelah bisnisnya gulung tikar? Yang benar saja! Ami itu high maintenance! Belum lagi dia juga ikut menanggung hutang ibunya. Plus, ibu dan kakak Nadiem yang pelit pula. Di bayangan Ami, terbebasnya ia dari Nadiem bisa membuat kehidupannya lebih baik. Kenapa tidak? Toh, Ami punya gelar, kompeten, supel, cantik, ada pula harta gono-gini yang harus Nadiem berikan untuknya. Sudah sangat amat cukup, Ami bisa bekerja lagi dan menikmati uangnya seorang diri. Tapi nyatanya, tidak. Tiada beda, justru lebih berat, lebih parah, lebih menjengkelkan. Ami pusing, mual, mumet, apalagi setiap kali putrinya, Kanaya yang masih berusia tujuh tahun itu merengek-rengek ingin bertemu si Papi. "Mami ayooooooo! Kita cari Papi, aku mau Papi, kangen Papi, mau ketemu Papiiiiii!" "Papi kamu udah punya anak baru." "Haaaa! Mamiiiiii!" Rasanya Ami ingin menjerit dan bergulung-gulung saja!

More details
WpActionLinkContent Guidelines