We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
different dreycio

different dreycio

  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 53
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 16, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Tiba-tiba seseorang menyodorkan tangannya,,, " Hai asya aku Lucius" ucap Lucius, Lucius Adelard Dharmendra sering dipanggil Lucio oleh teman-temannya. Seorang yang sangat baik hatinya, terkenal akan kepintaranya menenangkan beberapa OSN ditingkat nasional. Dan jangan lupa wajah tampan bak pangeran dengan ciri khas headband hitam yang melingkar di kepala menambah kadar ketampanan nya. Lalu asya menoleh ke arah samping lalu menjabat tangan lucius "Hai Lucius salam kenal ya" ia merasa tidak asing dengan orang ini dan ia pun ingat dia lah seseorang yang membantu wanita paruh baya tadi sungguh baik sekali hatinya " Kamu baik sekali" kagum asya "Hah maksud kamu apa asya" Lucius kebingungan " Ah tidak apa-apa cio" ujar asya Mendengar kata cio seketika sekujur badan lucio menegang merasakan sesak di dadanya. Dan satu lagi rasa rindu yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Cusss baca kelanjutannya yaaa
All Rights Reserved
#112
aca
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Stupid Duckling ✔
  • [🔞] My Hole! ✓
  • SINGLE FATHER NUMBER 225
  • Deadly Obsession | HH
  •  PAMIT [Hoonsuk]✔
  • 𝐋𝐢𝐤𝐞 𝐀 𝐅𝐨𝐨𝐥 [𝐓𝐖𝐈𝐂𝐄] ✓
  • Cuaca
  • Not Me & Not Mine
  • Topeng di balik Senyuman

Sejak kecil Aisha Ramadhani nggak peduli dengan julukan 'tidak pintar' dari teman-temannya. Hidupnya baik-baik saja meskipun nilainya hanya bertengger di level standar. Ia sudah pasrah dengan keadaan otaknya yang lemot saat berhadapan dengan mapel apalagi perhitungan. Karena kelemahan itu, Ai selalu mengasa kemampuan melukisnya. Ya ... satu hal yang membuat para guru sedikit bangga dan melupakan nilai-nilanya yang memprihatinkan. Namun, semua berbeda ketika gadis itu jatuh cinta pada salah satu sahabat kecilnya, cowok paling pintar di sekolah. Ai bertekad menjadi pintar bagaimanapun caranya! Dan demi ambisinya itu, Ai rela mengorbankan apa pun.

More details
WpActionLinkContent Guidelines