Dekade || Haechan

Dekade || Haechan

  • WpView
    Reads 139
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 11, 2022
Selalu ada kata yang sangat sulit diucapkan walau sudah berada di ujung lidah, selalu banyak waktu yang terbuang untuk memikirkan kata yang ada di ujung lidah itu. Ardana hanya diam memandang langit selepas hujan tadi, Ia bingung bagaimana harus menggambarkannya, sebuah perasaan yang ada di dalam benaknya, beberapa bagian dari bajunya agak basah karena terkena air yang masih sesekali menetes ke bumi. Pikirannya sudah entah melayang kemana, beberapa momen dalam hidupnya berubah begitu cepat, hidup itu singkat, mengenal seorang Kartika selama satu dekade rasanya menyulitkan di akhir.
All Rights Reserved
#2
ncthalu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sembagi Arutala
  • To The World (Markhyuck/Nohyuck)
  • (MELINGKAR) VOL. 2 ✔️
  • Liontin Time (NominHyuck)
  • Pluviophile| LeeHaechan
  • Ghost And Love || Park Jisung and Ningning aespa
  • Sandyakala | Haechan
  • Rajawali || Huang Renjun [SELESAI✓]
  • [✔] Love is Complicated || Markhyuck • Nomin • Jaeyong

Sembagi Arutala. Nama yang begitu indah, bukan? Nama yang terdengar seperti doa-mengandung makna harapan, cita-cita, dan sinar rembulan di malam gelap. Namun, hidup pemilik nama itu tak pernah seindah artinya. Arutala-begitulah panggilannya. Seorang anak laki-laki yang tampan, pintar, dan tampak selalu ceria. Ia pandai menyembunyikan kesedihan dengan senyuman. Tapi di balik keceriaan yang dilihat orang, tersembunyi jiwa yang rapuh. Bahkan sangat rapuh. Arutala tidak pernah mengerti, kenapa keluarganya memperlakukannya seolah ia tidak ada. Ia tidak pernah tahu alasan di balik kebencian itu-ia hanya tahu bahwa sejak kecil, ia harus belajar menerima dinginnya pelukan yang tak pernah datang, tatapan yang tak pernah mengakui keberadaannya. Setiap hari, Arutala bertanya pada dirinya sendiri, "Apa salahku?" Ini hanyalah fiksi belaka. Jangan diseriuskan. Ide murni author. Publish : 2-4-24

More details
WpActionLinkContent Guidelines