Biantara | Lee Jeno

Biantara | Lee Jeno

  • WpView
    Reads 9,252
  • WpVote
    Votes 494
  • WpPart
    Parts 49
WpMetadataReadComplete Sat, Jun 17, 2023
❝Hidup itu penuh kejutan, nak. Dan dunia nggak pernah nunggu kamu siap untuk nerima semua candaannya.❞ *** Ini tentang sepasang remaja yang berusaha berdamai dengan alur hidupnya. Sabian Pram Kendrick, remaja yang harus kehilangan sosok ayahnya dan disalahkan atas kehilangan itu sendiri. Berusaha untuk berdamai dengan keadaan bersama sang pujaan hati, Tara Wisnu Kalingga. Hubungan keduanya yang semula baik-baik saja, berjalan bak kisah-kisah romansa remaja penuh warna, kini justru dipenuhi rasa cemburu dan curiga. Tara yang diam-diam dijodohkan oleh pemuda pilihan sang Papa, membuat dirinya seringkali berbohong dan menunjukkan sikap yang mencurigakan pada kekasihnya. Alur kisah kasih remaja yang penuh penuh tawa dan juga air mata, mengantarkan keduanya pada akhir yang tak pernah mereka duga. 📌 Untuk para readers yang budiman, tolong tinggalkan jejak vote/komen setiap membaca. 📌 Murni ide author dan tidak mencontek karya siapapun. 📌 Follow untuk setiap update terbaru. ©baksophobic 2022
All Rights Reserved
#353
jungwoo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Renjana [COMPLETED]
  • I'm Sorry | Completed [✓]
  • KISAH DI BALIK PINTU || NCT DREAM
  • Jian Semestaku [END✓]
  • It's Always Been You✔️
  • Jung Son's Journey ✔️
  • My Idol and I (Lee JiHoon) ✅
  • Thanks J | Lee Jeno ✓
  • SERENITY : GRADUATION ✔

Pada malam paling temaram yang pernah seorang anak jumpai adalah kehilangan sepenggal bait kehangatan yang sepatutnya terus membersamai. Seorang anak yang sudah cukup dewasa sebagai pengganti bapak, seorang anak lain yang baru saja memasuki runyamnya semester tanggung di bangku perguruan tinggi, seorang lainnya lagi baru saja bersuka cita telah memasuki mimpi para anak muda seusia adiknya untuk melepas seragam sekolah, seorangnya lagi baru saja merasa bahwa masa SMA adalah kebebasannya, seorang lainnya lagi masih berkutat dengan permainan remaja tanggung di bangku menengah pertama, satu yang lain masih bersenang-senang pada masa anak-anak yang hendak remaja, dan satu lainnya yang terakhir masih bahagia dimanjakan dengan rambut yang terbelah dua. Namun pada hari itu, nyatanya semesta memberinya segenggam ujian yang harus ditanggung bersama karena kepergian ibunda. Syair-syair elegi selanjutnya mengiringi langkah mereka, mengantarkan satu tubuh yang sudah kaku karena kehilangan ruhnya. Mengantarkan keberangkatan sang ibunda pada tempat paling jauh yang tak bisa mereka singgahi untuk sekadar melepas rindu yang menumpuk dibalik pakaian basah yang baru dicuci, dibalik tumpukan piring kotor yang hendak dibersihkan. Dan lainnya yang menumpuk dan terus menumpuk, membiarkan hati mereka berat diduduki rindu yang tak pernah habis. Dan kemudian luka-luka tak pernah bisa disembuhkan waktu, ketujuh warna dalam keluarga Nawasena berakhir temaram dan kehilangan sukmanya. ©Jeta An Alternate Universe Renjana, 2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines