Please, stay with me..

Please, stay with me..

  • WpView
    Membaca 12,284
  • WpVote
    Vote 1,182
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Jun 10, 2026
WpInfo
Fiksi Penggemar
NCT
This story Minor! Tolak ukur kebahagiaan biasanya dilihat dari apa? Uang? Tentu itu akan menjadi jawaban paling konyol yang akan kalian dengar. Termasuk Minor, remaja itu bahkan tidak bisa menemukan kebahagiaan diantara puing-puing harta yang begitu berlimpah. Garis kebahagiaan yang semesta tulis ternyata sudah berakhir. Hidupnya kini tidak pernah jauh dari kata kehilangan, penderitaan, dan gelar si 'pembawa sial.' Minor benci, benci mendengar kata-kata menyakitkan seperti itu. Dia bahkan tidak berharap menjadi bagian, ataupun perusak kebahagiaan sebuah keluarga. Namun, lagi-lagi kehidupannya sudah diatur. Minor tidak diizinkan untuk mengeluh, yang harus dia lakukan, ialah bersyukur. Bersyukur untuk apa yang dia dapat. "Panggil Papi, ya, Minor?" "Y-ya, O--om?" "Papi!" _________ Brothership, is not romance! Cover mentahan by pinterest Edit by pisArt! No plagiat yaaaa karena cerita ini murni ditulis oleh tangan yang belum sempat digenggam Haechan!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Juan [REVISI]
  • El and Jerganio (End)
  • Arsyilazka
  • Bertumpu
  • AMETHYST BOY
  • Deberìa Redirme? (End)
  • KAIREL [END]
  • Let Me Love You Longer
  • Dear Aksa

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan