Buih Kehidupan Berfikir

Buih Kehidupan Berfikir

  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 11, 2022
Buku ini berjudul "buih Kehidupan berfikir" terdiri dari 3 kata yaitu Buih yang artinya gelembung atau butiran atau bisa juga diartikan sampah, kehidupan yang artinya hidup, berkembang, serta bernafas, Dan berfikir yang menjelaskan tentang suatu gambaran atau pemikiran dari beberapa sabjek atau hal, jadi dari judul bisa diartikan suatu butiran yang mengisahkan kehidupan lekat dengan fikiran. buku ini menceritakan tentang pemikiran dan mungkin pengalaman saya sendiri yang saya kemas menjadi suatu bentuk perkataan yang belum tentu semua orang dapat memahaminya tapi saya berusaha agar buku ini mudah di baca dan di pahami, mungkin dalam buku ini terdapat beberapa perbedaan kata atau kata yang kurang nyambung dengan sebelumnya tapi saya percaya perubahan tersebut adalah perubahan pola berfikir saya dari waktu ke waktu dari literatur yang saya baca disini saya percaya proses, ini adalah buku pertama saya mohon maaf apabila terdapat perkataan yang kurang berkenan atau perkataan yang sulit untuk dipahami. terima kasih sebelumnya yang telah mensupport saya menyediakan saya tempat untuk berproses, dan terimakasih juga kepada temen-temen WP yang bersedia membaca buku saya.
All Rights Reserved
#17
berfikir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • L.E.L.A.K.I
  • BERAGAMA SEPERTI POLITISI
  • Don't Talk About Money
  • Rasaku, Tak Berujung... [END]
  • Dunia Kita Berbeda
  • Ada Apa Dengan Cinta
  • kesempatan kedua (yizhan)
  • revenge (End)

Aku Bunga. Ketika orang bertanya, aku ini bunga apa, aku hanya bisa diam. Aku tergantung di antara atas dan bawah. Tali ini yang akan memutuskannya. Tali ini adalah lelaki. Mencari esensi kata "lelaki" yang sulit kutemui dari arti kata "hidup". Namun, kutetap mencari. Sampai kapan? Entahlah. Padahal, ia sudah sia-sia. Pencaharian mengajariku untuk mengenal berbagai dalam hidup. Mereka mengajarkanku bahwa hidup itu harus berjuang. Aku benci mereka. Tidak adil. Kenapa manusia "lain" memilikinya? Sedangkan aku? Kutetap mencari. Esensi kedua hal tersebut membuatku bingung dengan berbagai teori dan informasi yang menghiasi otakku. Bagian mana yang harus kupercaya? Bagian mana yang harus kusingkirkan mentah-mentah? Kutetap mencari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines