Sejak kecil, semua orang tahu Nabea dan Raksa sudah bersama. Orang tua mereka bersahabat, rumah mereka hanya berbeda dua gang. Bahkan candaan tentang masa depan dengan siapa akan berakhir mereka sudah terdengar sedari mereka duduk di bangku TK.
Masalahnya, Nabea sendiri tidak pernah yakin itu pilihannya.
Raksa memang selalu ada, selalu menjaganya, selalu tiba tiba menjemputnya saat terjebak hujan. Raksa selalu melakukan itu seolah tinggal di pundak kanannya. Tapi dia tidak pernah benar-benar memilih.
Ketika seseorang datang dengan kepastian yang tidak pernah ditawarkan sebelumnya oleh Raksa. Nabea mulai bertanya apakah ia bertahan karena cinta atau hanya karena terbiasa.
Karena pada akhirnya, tidak semua yang "seharusnya" bersama benar-benar saling memilih.
Dan mungkin...
yang paling sulit itu bukan jatuh cinta. Tapi berani mengatakan "Aku milih kamu"
All Rights Reserved