Mi Amor, Kumari!

Mi Amor, Kumari!

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 16, 2023
Sepanjang Hidupnya, Ocean Edmundo Khaleed hanya bergantung kepada sang Daddy, yang merupakan seorang pengusaha yang cukup sukses. Setiap Harinya, pria itu hanya bisa bermain, bersenang-senang, menghambur-hamburkan uang dan bahkan sampai mabuk-mabukan. Hingga suatu hari, Seorang Dosen Pengganti datang dan merubah kehidupan Seorang Sean. Aleeya Kumari Khan, dia baru saja pulang dari India setelah sekian lama meninggalkan negara Indonesia. Gadis itu harus terpaksa kembali lagi ke indonesia, karena harus menemani Kakek dan nenek dari pihak ibunya yang tinggal sendirian di Surabaya. Baru satu hari dia mengajar di salah satu kampus ternama di daerah ibu kota, dia sudah harus mendapatkan pelecehan dari muridnya sendiri, Hingga membuat Aleeya merasa kesal dan marah. Tidak hanya itu, bukan sekali atau dua kali, bahkan setiap harinya berkali-kali bocah tua itu terus-menerus mencoba menggoda dan merayu dirinya. ** "Hi, Senorita?" panggil Sean. Tidak Ada jawaban, Gadis itu hanya diam sambil berlalu meninggalkan Sean dengan acuh. Namun bukan Sean namanya, jika tidak berlari dan mengejarnya. Otak Sean berteriak, "Harus sampai dapat", dengan ego yang membumbung tinggi. Karena sebelum ini tidak ada seorangpun yang pernah menolak Seorang Ocean Edmundo Khaleed. Bahkan dengan gilanya, bibir Sean tersenyum saat Selendang merah itu berkibar seakan melambai-lambai kepada Sean untuk meraihnya. Saat sudah berada di dekat si wanita yang menjadi incarannya, Sean tanpa ragu menarik Selendang itu, membuat Si empunya Tersentak, dan berbalik mengikuti tarikan. Gadis berselendang merah itu bersungut marah dan dengan sekali gerakan menjatuhkan tangan halusnya ke rahang tegas milik Sean. Membuat Wajah tampannya Menoleh ke samping. "Tanganmu Lancang! anak muda!" Suaranya yang keras membuat lorong yang semula bising menjadi hening. Kini keduanya menjadi pusat perhatian seluruh pasang mata manusia yang ada di sana.
All Rights Reserved
#895
sean
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Katanya Jadi Anak Terakhir Enak - WOONHAK [Terinspirasi dari kisah nyata]
  • STILL (Completed)
  • Edgar : Between Chaos and You
  • anything could happen
  • End & Wait  (Revisi)
  • [BL] Sudden Omega
  • FATE ✓
  • Unwanted Wedding

Sejak hari itu, ayah tak pernah lagi menginjakkan kaki ke rumah. Tapi bayangannya masih menempel di tiap sudut di kursi kayu ruang makan, di seragam kerja yang masih tergantung di lemari, bahkan di kepala Wilano yang mulai sulit membedakan antara rindu dan benci. Dan suatu sore, saat langit menggantung kelabu dan gerimis turun perlahan, ledakan itu terjadi. "Gue bakal ke rumah Ayah bentar, mau ngobrol langsung," kata Rian pelan, mengambil jaketnya di gantungan. Suaranya hati-hati, tapi cukup untuk membakar emosi Seno yang sejak pagi sudah seperti bom waktu. "Ngapain lo ke sana?! LO PILIH DIA?!" Semua yang ada di ruang tengah menoleh. Suara Seno menggelegar, membuat udara di rumah seperti bergetar. Rian menoleh cepat, matanya melebar tak percaya. "Gue cuma mau bicara, Sen. Dia tetap ayah gue juga. Lo gak bisa larang gue ketemu orang yang selama ini ngerawat gue!" sahut Rian, nadanya naik. "Dia bukan ayah lo. Dia pengkhianat. Dan siapa pun yang masih mau bela dia... gak layak tinggal di sini." Suasana berubah tegang. Jaya berdiri setengah badan, siap menengahi kalau sewaktu-waktu keadaan makin memanas. Theo mengerutkan alis, tapi tetap tak banyak bicara. Wilano menatap semuanya dengan mata membesar. Dia tak mengerti, mengapa semuanya harus sejauh ini. Leon, yang sedari tadi diam, berdiri perlahan. "Kalau lo pikir begitu... gue ikut Bang Rian."

More details
WpActionLinkContent Guidelines