Bait ini adalah bagaimana cara pandangku terhadap dunia yang membosankan, dunia yang selalu menjadikanku viguran diantara muak yang terlanjur ingin ku perjuangkan.
Di dalamnya tak cuma ada aku, tapi juga kamu, dia, dan orang yang seharusnya tak pernah ada.
Hidup adalah serangkaian tragedi, dimana kami telah kehilangan airmata untuk sekedar merayakannya.
Pada titik ini, bolehkah aku untuk....
.... menyerah, Tuhan?
***
"Kamu percaya makhluk immortal?"
"Kekal maksud lo?"
Yang ditanya mengangguk mantap, "Cerdas!" jawabnya.
"Jelas engga."
"Lo sendiri?" tanyanya balik.
"Percaya."
"Gak masuk akal." sanggahnya.
"Letak ga masuk akalnya?"
"Please deh, ga ada satupun studi penelitian yang menemukan bukti nyata tentang-"
"Tapi bukan berarti gak ada kan?"
Yang ditanya terdiam.
"Jadi maksud lo?"
"Makhluk immortal itu ada." Kalimat itu menggantung begitu saja di udara.
Pandangan sang gadis menukik pada salah satu laki-laki di pojokan kantin. "Aku, kamu, sama dia contohnya."
Terkekeh sesaat, "Ca, dimana-mana makhluk hidup itu gak ada yang abadi!"
"Iya kalo kita benar makhluk hidup,
-gimana kalo sebenernya dari awal kita ga pernah benar-benar 'hidup'?"
Ken yang muslim padang mencintai lexa, Protestan secara unconditonally. Ken berusaha meyakinkan lexa dan melakukan apa-apa yg melebihi kemampuan dia.
Lexa tetap tidak bergeming dan terus menahan hatinya. Pada akhirnya ken memutuskan untuk Nothing To Lose. Sampai pada suatu hari
Tiba tiba sebuah BBM datang dari Lexa.
"Pak ken lama lama aku bisa luluh nih kayaknya"
"Hehe trus mau dilanjutkan?"
"Tapi kita harus stop kalo salah 1 diantara kita punya pacar ya pak ken. Aku nyaman sama pertemanan ini"
"2 minggu lagi kayaknya juga selesai xa, ketika pak EL membawakan mpek-mpek Palembang dan bunga buat kamu. Haha. Tenang xa, kita akan bersahabat lebih daripada itu. Kalo suamimu kelak ga cemburuan ya. Haha"
"Haha, ya kali ya pak ken, Dan kalo istri masa depan pak ken juga ga cemburuan"
"Haha, iyaa mudah mudahan"
"Aku juga supprised ketika sosok pria idamanku ternyata melekat didiri pak ken ya"
"iya lengkap ya, udah gendut, biru, maen drum gitar, dan sama selera musiknya"
"Pak ken Full of one package. Tinggal dipaketin pake JNE. Bukan semua itu sih factor utamanya pak ken. Aku lebih tertarik pada personality pak ken"