LARA
  • WpView
    LECTURAS 41
  • WpVote
    Votos 13
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, feb 21, 2023
Aku hanya aku. Yang terlalu sulit mengungkap, tapi tak ingin mendekap semua lara di isi kepala. Aku hanya aku. Banyak mau yang terburu-buru, seolah langit esok tak lagi biru.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Cinta Tak Terbatas Waktu (On Going)
  • ALWAYS
  • untuk seseorang yang pernah ku langitkan namanya
  • Dalam diam
  • Blue and Grey
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • Kamu Bukan Untukku [TAMAT/REVISI]
  • Our way (Key&Asya) [End]
  • Sasmita Nivriti
  • Pertemuan yang tidak disengaja [ END ]

Seorang santriwati yang baru lulus dari sekolah sekaligus pesantrennya langsung diboyongkan oleh sang kakak laki-lakinya. Alisa memilih mencari pekerjaan untuk membantu keluarganya daripada berkuliah seperti teman-teman yang lainnya, meski dalam hati dirinya juga menginginkan hal tsb. "Mba Al.. semoga kamu bisa nyusul kita ya.." kata Intan teman Alisa. "Amin... Doain ya mba tan.." balas Alisa. Setelah hampir 2 bulan lulus, akhirnya ia pergi ke kota menemui Hesti tantenya,yang sedang bekerja disana. Pertama kali terjun didunia pekerjaan, menyesuaikan diri dengan lingkungan baru juga orang baru. "Ternyata kerja selelah dan letih ini, bagaimana dengan ayah dan bunda yang kerjanya diladang panas-panasan... Ya Allah lancarkanlah jalan hambamu ini untuk membahagiakan orang yang Alisa cintai dan sayangi" gumam Alisa sambil meminum tehnya di ruang keluarga Hesti. Gaji untuk seorang pemula masih belum seberapa, Alisa berniat cepat mendapatkan banyak uang untuk diberi ke keluarganya. Namun banyak rintangan dan lika-liku kehidupan yang diberi tuhan untuknya. Ekonomi, teman, keluarga, cinta dan spiritual menjadi satu. "Kamu siapa?" Tanya Alisa kepada seorang gadis yang duduk di ruang pemanggang roti sendirian. "Kamu lupa?" Balasnya malah bertanya kembali ke Alisa sambil menatap datar kearahnya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido