Locked Moon

Locked Moon

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 24, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Hal yang paling menyebalkan dalam hidup adalah tertinggal nya kenangan walaupun raga sudah berjalan jauh. Galen adalah seorang lelaki yang hidupnya berjalan dengan mulus namun kenangan indah tercampur buruk tertinggal pada tahun 2015. Walau sekuat tenaga mencoba, ia tak pernah bisa melupakan kejadian yang terjadi kala itu. Dimana sosok yang mengubah alur hidupnya pergi meninggalkan dirinya sendirian, jauh ke tempat yang Galen sendiri tak bisa kunjungi. Mencoret nama yang tak akan pernah pudar. Rindu tetap terasa, namun lengan tak mampu lagi merangkul asa.
All Rights Reserved
#3
sliceofslice
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • Si Cantik Sakit dan Pengawal Kuda Bambunya
  • Tolong Ajarkan Aku (END)
  • Berbahagialah Dengan Rumah Barumu
  • GRIZLEN {On Going}
  • Unpredictable Love
  • janji kecil
  • The Chance
  • The Hidden Line - Panah, Password, dan Pengkhianatan.
  • HARQEEL
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines