Story cover for PHILAUTIA by ArtZaWa_5437
PHILAUTIA
  • WpView
    LECTURAS 10
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 10
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado oct 14, 2022
Hanya berkisah tentang gadis bernama Vania. Dia duduk di bangku SMA kelas 2 hanya berbeda 3 tahun dengan adiknya, hanya saja Vania yang sering dibading kan dengan adiknya kadang merasa iri....

Adiknya yang pintar, berprestasi, juga selalu menarik perhatian orang tua mereka.

Jika ditanya apakah ia membenci adiknya Vania selalu menjawab tidak karna menurutnya perkataan orang² itu benar adanya, hanya terkadang ia merasa iri dengan adiknya...

prinsip gue " Kalo orang lain gak bisa mencintai gue, berarti gue harus mencintai diri gue sendiri" Love yourself
_Vania_
---·------


Mencintai dalam diam itu menyakitkan jadi Levis baik cintai yang tidak nyata saja, FIKSI semakin di depan 😎
_Author_

MET BACA maap kalo ceritanya agak klise atau bosenin, karna baru pertama kali nulis cerita:)
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos
Regístrate para añadir PHILAUTIA a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Breathe cover
Hai Apa Kabar? cover
Aku dan Luka [Sudah Terbit]  cover
Pangeran Kelas cover
LYBLOP [✓] cover
ZEYA  cover
Diary Depresiku cover
Sejenak Luka cover
Menyerah atau Bertahan? cover
VIOLETTA (Triangle Love) cover

Breathe

59 partes Concluida

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-