Kita: Menyebutnya Cinta

Kita: Menyebutnya Cinta

  • WpView
    Reads 136
  • WpVote
    Votes 53
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 17, 2022
Jalan yang ditempuh semakin terjal, udara mulai tercemar dan sinar matahari terasa sangat panas dampak perubahan iklim. Empat tahun sudah aku mengenal Senjani. Wanita karir itu sangat ingin menikah, kendati sebelumnya bercita-cita tidak menikah supaya dapat fokus membahagiakan kedua orang tua dan adik-nya. Jani selalu tampil apa adanya. Tidak pernah menutupi apapun, mengeluh, marah, menangis, tertawa terbahak-bahak, tersenyum cengengesan dan tersipu malu. Aku berusaha optimis menapaki jalan setapak, kendati banyak beban dipundak. Aku teringat ucapan Jani. "Hidup kita sudah terlalu pelik, kenapa kamu masih ingin peluk?" Aku anak pertama, memiliki tiga orang adik yang usianya tidak berbeda jauh. Senjani anak ketiga dari empat bersaudara, dua kakaknya menikah muda dan pergi meninggalkan keluarga. Jani mengambil alih tanggung jawab dua kakaknya, memperpanjang nafas keluarganya dan membiayai sekolah adik-nya. Kita memiliki cita-cita yang cukup realistis sebenarnya, menikah dan memiliki rumah. Tapi mampukah? kita menyebut perjalanan panjang ini cinta.
All Rights Reserved
#61
fwb
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • M E M O R Y  (On Going)
  • AKU MENGABAIKAN CINTA SEJATINYA
  • Tiga Puluh Hari Tanpamu
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • My Bromance [18+] End
  • As Possible
  • Perfect Duet
  • Takdir Cinta
  • Terima Kasih, Rumah

Cerita yg tadinya gue pikir Cuma terjadi dalam sinetron yg gue liat ditelevisi. Yg alurnya sama sekali nggak gue duga dan gue sangka bisa gue alamin sendiri. Susah dan senang memang menjadi satu paket alur yg akan diterima saat kita masih hidup. Gue sadar itu. Karena nggak mungkin hidup itu Cuma seneng aja, begitu pun sebaliknya. Tetapi menurut gue, hidup gue ini lebih banyak susahnya sih dari pada senengnya. Hehe. Mungkin karena gue kurang bersyukur dengan segala nikmat yang udah Allah kasih ke gue. Bisa jadi. Tetapi kalau kalian yg mengalami apa yang gue alamin, mungkin kalian bakal pilih untuk bunuh diri atau lari dari semua kenyataan hidup kalian. Bukan maksud sombong dan sok bisa menjalani semuanya, tetapi memang hidup yg gue jalanin ini emang berat dan keras banget. Siapa pun temen deket gue yg gue curhatin masalah kehidupan gue pasti pada geleng-geleng kepala sendiri dan ngucapin supaya gue banyak bersabar menghadapinya. Keluarga, sahabat, bahkan pacar sekali pun cuma datang silih berganti dan mau mengakui status gue terhadap mereka pas mereka lagi butuh sesuatu sama gue. Haha. Sakit emang, tapi mau gimana lagi. Cuma rasa sabar yg bisa gue panjangin buat ngehadepin semua itu. and then satu hal yang gue inget n yakin sampai saat ini adalah nggak akan ada orang yang bisa gue percaya or gue jadiin tempat sandaran selain diri gue sendiri dan Allah SWT semata. Penasaran gimana kisah hidup gue? Lets check this out !!

More details
WpActionLinkContent Guidelines