Pemburu Loli

Pemburu Loli

  • WpView
    Bacaan 149
  • WpVote
    Undian 5
  • WpPart
    Bahagian 3
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Sab, Okt 22, 2022
"Dia janji bakal balik Juni nanti." "Yakin?" Aku menggeleng berat "Ada wanita lain disana." "Na! Yang bener aja! Dia masih main dibelakang." "Biarin, nanti dia juga sadar." *** Saat rintik hujan mencium bumi kerontang dan menyebarkan aromanya ke penjuru desa Liang Pahat. Semi bunga mekar menyambut udara segar. Dan katak-katak bersahutan kembali menyanyikan simfoni merdu bersama para jangkrik. Aku duduk di emperan, dengan segelas kopi dan anak kucing di pangkuanku. Sekarang aku yang renta sendiri, saat menulis ini, masih memungumu kembali. . . . Entahlah aku tak terlalu yakin apa yang kutulis ini
Hak Cipta Terpelihara
#24
entahlah
WpChevronRight
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

You may also like

  • AIRen
  • Kita yang tak bisa bersama
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • [LS1] RAINEESME (Completed)
  • Di Antara Keheningan
  • TENTANG SEPASANG
  • Mianhae Hyung || So Junghwan {SEDANG DIREVISI}
  • Triangle 2
AIRen

Alya, siswi SMA yang terkenal cuek dan nggak pernah peduli soal cinta, tiba-tiba dihampiri sosok cowok kuliahan yang punya semua hal yang bikin hati perempuan gampang luluh: sabar, konsisten, dan... terlalu baik. Naren, cowok 21 tahun yang baru lulus semester empat, jatuh hati sejak pertama lihat Alya. Tapi jalan buat masuk ke hati Alya bukan jalan tol. Dia harus jalan kaki, sambil ujan-ujanan, kadang ditendang, kadang juga ditatap kosong. Tapi dia tetap tinggal, tetap bilang: "Gak apa-apa, asal aku boleh ada di sini." Bukan kisah cinta yang mudah. Ini tentang ngejar seseorang yang bahkan gak yakin bisa dibuka hatinya. Tapi Naren percaya, rasa yang tulus gak akan sia-sia. ••• "Aku suka kamu, Alya... lagi." Naren berdiri di bawah hujan, rambutnya basah, suaranya sedikit bergetar. Alya mengalihkan pandangan. "Udah berapa kali sih kamu ngomong gitu?" "Lima." "Trus kenapa masih bilang?" "Karena aku gak bisa berhenti... kamu bisa tolak aku sekeras yang kamu mau, tapi aku gak bisa pura-pura gak peduli." Alya mendesah, tapi matanya berkaca. Naren melangkah sedikit lebih dekat. "Tolong... sekali aja, kasih aku alasan buat bertahan. Atau... kasih aku alasan buat berhenti."

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi