We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
RAIN(A)•ON GOING

RAIN(A)•ON GOING

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 19, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
-Aku suka hujan, karena hujan adalah simbol harapan- Apakah jika kita sering tertawa tanda hidup ini baik-baik saja? Apakah jika setiap malam selalu menangis, kita adalah orang yang lemah? Berkeluh kesah di media sosial itu perkara yang lebay? Nyatanya belum tentu, setiap manusia mempunyai hak untuk menunjukkan luka masing-masing dengan cara mereka. Seperti gadis dengan ciri khas kacamata yang selalu bertengger di wajahnya, gadis yang di kenal kebanyakan orang suka tertawa, cuek dan jutek. Namun, tak banyak yang tahu sedalam apa luka yang ia sembunyikan, seberusaha apa untuk tetap bertahan hidup di dunia. Semuanya ia sembunyikan dengan sempurna. Raina Amaya, gadis pencinta hujan yang menyembunyikan segudang luka. --- "Nyesel saya ngelahirin kamu!" "Rai enggak pernah minta di lahirin!" Plakk. --- "Maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi Tuhan berkata lain." "Hiks..Hikss" --- Kehidupan ini mungkin memang sementara. Namun Tuhan, bolehkah beri aku bahagia walau sebentar? -Raina Amaya. -- Cover by pinterest
All Rights Reserved
#29
ptsd
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • Waktu?
  • C²LV
  • RAIN [END]
  • Temporary |End|
  • TAKDIR ALYA
  • Rainie ( END )

Raina mencintai hujan, lebih dari apa pun. Ada ketenangan dalam setiap tetesnya-seolah langit paham cara menyentuh luka yang tak terlihat. Di balik senyum tipis dan tatapan yang tenang, tersimpan cerita yang tak semua orang tahu. Ia bukan gadis yang suka bercerita. Tidak tentang mimpi-mimpinya, tidak tentang ketakutannya yang diam-diam menjerat. Laut adalah satu dari sedikit hal yang tak pernah ingin ia dekati. Terlalu dalam, terlalu gelap, terlalu mengingatkan pada sesuatu yang hilang. Sekolah menjadi panggung tempat ia bersembunyi di balik rutinitas. Sahabat, tawa, sedikit pertengkaran dengan seseorang yang terlalu usil untuk diabaikan-semuanya cukup untuk membuat hidupnya tampak biasa. Tapi tidak semua luka bisa sembuh hanya dengan waktu. Dan tidak semua hati bisa tetap utuh, bahkan saat hujan terus turun.

More details
WpActionLinkContent Guidelines