ENAM TARGET

ENAM TARGET

  • WpView
    Reads 179
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 20, 2022
Pernah ngebayangin enggak sebagai siswa putih abu-abu yang pengen cepat-cepat pulang setelah melewati jam pelajaran yang panjang. Udah siap menebak emak nyayur apa di rumah. Udah siap banting badan buat tidur bersama kasur tercinta. Atau ya minimal wacana nongkrong di cafe bakal terjadi sepulang sekolah. Tiba-tiba datang sekawanan orang enggak dikenal, pake baju serba hitam yang mungkin lagi cosplay jadi bawahan mafia. Ngincer enam siswa yang baru keluar dari gerbang sekolah, udah kayak kecepatan cahaya tiba-tiba mereka hilang. Ya enggak pernah menyangka kan kalau berenam harus dalam lingkaran yang sama di sebuah ruangan yang mereka enggak tau. Terus mikir berhari hari gimana caranya mereka bisa keluar. Udah husnudzon bakal dibebasin enggak taunya pergi ke tempat entah berantah di mana mereka bakal dilelang. Di lelang! Jual beli manusia!
All Rights Reserved
#144
good
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AYKA
  • Kelas A [End]
  • Chaos Chemistry
  • Bad Girl VS Bad Boy {END}
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Bad Girl Transmigrasi [Re-Publish]
  • Essentialy Love (SELESAI)
  • AKSENIO
  • RUANG WAKTU
  • Bad Girl Reputation
AYKA

"Ayya suka sama Aka" "Gue gak peduli" Jawab lelaki itu acuh. "Aka suka gak sama Ayya?" Tanya gadis itu dengan tatapan penuh harap dan senyum yang tak pernah luntur. "Nggak" Ia mempercepat langkahnya untuk mengimbangi kaki jenjang si most wanted "Kalau istirahat nanti?" "Nggak" "Pulang sekolah?" "Nggak" "Bes--" "GUE BILANG ENGGA YA ENGGA!!" Teriaknya kencang tepat di depan wajah Ayya. "DAN BERHENTI MANGGIL GUE AKA. NAMA GUE RAKA, RAKA ADIPUTRA RAHARDIAN" tekannya, kemudian tanpa rasa bersalah ia meninggalkan gadis itu begitu saja. Ayya menatap punggung Raka yang semakin menjauh "Ayya yakin kok sekeras-kerasnya batu masih bisa dihancurin dan sebeku-bekunya es masih bisa diluluhin" ucapnya yakin, tidak lupa dengan senyum yang menghiasi bibirnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines